Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 7:9 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 7:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa orang keluaran juga makan habis akan kuatnya dan tiada ia sadar; lagipun rambut putih sudah bertaburan padanya dan tiada juga diketahuinya.
Hosea 7:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 7:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 8:7 (IDN) »
Karena mereka itu sudah menabur angin, tak akan jangan mereka itu akan mendapat tofan; bahwa tiada akan bertumbuh mayang-mayang gandum padanya; adalah ia itu pucuk yang tiada berbiji-biji; jikalau kiranya adalah isinya, niscaya kelak dimakan habis juga oleh orang keluaran akan dia.

Yesaya 42:22 (IDN) »
Maka sekarang adalah ia itu suatu bangsa yang dirampasi dan dijarahi; mereka itu sekalian sudah terjerat dalam geronggang dan terkurung di dalam penjara; mereka itu sudah menjadi rampasan, maka seorangpun tiada yang meluputkan dia; mereka itu sudah menjadi rebutan, maka seorangpun tiada yang berkata: Kembalikanlah dia!

2 Raja-raja 13:3 (IDN) »
Maka sebab itu berbangkitlah murka Tuhan akan orang Israel, diserahkan-Nya mereka itu kepada tangan Hazael, raja benua Syam, dan kepada tangan Benhadad bin Hazael pada segala hari itu.
Makna inti Hosea 7:9 (IDN)
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang keluaran (keturunan Israel) telah kehilangan kewaspadaan rohani: mereka menghabiskan tenaga dan kekuatan sendiri tanpa menyadari keruntuhan moral maupun kemerosotan diri. Penuaan datang secara dini, simbol rambut putih, tetapi mereka tidak menyadari bagaimana keadaan batin mereka telah terlanjur hilang arah.
Latar konteks
Hosea menulis pada masa kerajaan Israel Utara yang menolak belas kasih Tuhan dan menjejaki perbuatan-perbuatan sihir, kejahatan, serta persekutuannya dengan bangsa-bangsa lain. Ayat ini membawa gambaran mengenai kedurhakaan yang terakumulasi: meski usia dan pengalaman hidup tampak bertambah, bekal rohani mereka menipis. Dalam konteks kitab Hosea, simbol rambut putih menunjukkan penuaan akibat kefasikan yang berkepanjangan, bukan karena usia semata.
Observasi interpretatif
Cross-reference terkait
Interpretasi singkat dan tema utama
Pesannya menegaskan bahwa keakuan dan kelelahan spiritual menghasilkan penurunan moral. Tuhan melihat kenyataan kebutaan rohani meski tanda-tanda luar—usia, kekuasaan, kemewahan—mengemuka. Pertobatan, ketundukan, dan kesehatian dengan firman Tuhan menjadi jawaban terhadap krisis seperti ini.
Garis besar ajaran praktis
Penjelasan singkat dari tokoh komentar publik-domain
Beberapa penafsir alkitabiah berpendapat bahwa Hosea menegur kemunafikan dan kelalaian moral di antara bangsa Israel. Menurut pandangan tradisional, pesan ini mengajak umat untuk bertobat sebelum hukuman ilahi menegakkan ketetapan-Nya. Penafsiran ini sejalan dengan konteks Hosea yang sering menekankan kasih setia Allah meskipun umat berbuat dosa.
Ikatan dengan bagian lain kitab suci
Ayat ini berhubungan dengan ajaran bahwa kehidupan yang rapuh bisa diprediksi dari tanda-tanda rohani; hubungkan dengan antara lain peringatan tentang kefanaan manusia (Mazmur, Yakobus) dan ajaran tentang memurnikan iman melalui pertobatan (Yesaya, Mazmur).
Kesimpulan praktis: periksa diri agar tidak sibuk dengan kekuatan lahiriah sambil kehilangan arah rohani. Serahkan hidup kepada Tuhan, lalu hidup dalam pertobatan dan ketaatan yang nyata.