Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 7:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tiada pernah mereka itu berseru kepada-Ku dengan hatinya apabila mereka itu menangis pada tempat tidurnya, melainkan mereka itu meraung sebab gandum dan air anggur baharu, tetapi tiada diindahkannya Aku!
Hosea 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 7:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ayub 35:9 (IDN) »
Bahwa orang lemah itu mengaduhlah dari sebab aniaya, mereka itu berteriak di bawah tangan orang gagah.

Yakobus 4:3 (IDN) »
maka kamu minta, tetapi tiada beroleh, sebab salah permintaanmu, yaitu sebab kamu hendak menghabiskan menurut hawa nafsumu.

Yeremia 3:10 (IDN) »
Maka kemudian dari pada segala perkara itu tiada juga Yehuda, saudaranya yang khianat itu, kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, melainkan dengan pura-pura juga, demikianlah firman Tuhan.
Hosea 7:14 (IDN) — Ringkasan Pembaca
Pasungan ini menyoroti ketidaksetiaan umat Israel yang tidak sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan saat mereka menderita, melainkan hanya berkeluh kesah karena kelimpahan materi dan kenyamanan sementara. Hosea menyingkap motif batin yang dangkal: kerinduan pada keuntungan duniawi menggeser pengakuan akan kepedulian Allah. Ayat ini menantang pembaca untuk mengevaluasi motivasi doa dan perasaan berjanji pada Tuhan ketika sukacita melimpah maupun saat sengsara.
Ayat dalam konteks pasal
Hosea 7 menggambarkan pola kebangkitan dan kejatuhan Israel. Imam-imam dan nabi menuduh mereka berkhianat kepada Tuhan, tidak setia pada perjanjian-Nya, serta mengutamakan keuntungan material. Ayat 14 menyempurnakan gambaran ini: ketika mereka terpuruk, mereka tidak berseru kepada Tuhan dari hati, melainkan meraung karena hasil panen dan anggur baru—kemana kasih setia Allah yang telah menuntun mereka melalui masa-masa sulit? Dalam konteks ini, Allah menilai kepatuhan batin, bukan sekadar ritual eksternal.
Inti pelajaran rohani
Perbandingan dengan bagian lain
Sejumlah bagian kitab Nabi memperingatkan tentang doa yang tidak tulus. Misalnya, Amos menegaskan bahwa doa tanpa keadilan sosial tidak berkenan kepada Tuhan. Mazmur mengingatkan bahwa Tuhan menilai hati, bukan hanya ritual. Ayat Hosea 7:14 sejalan dengan prinsip-prinsip ini: hubungan dengan Tuhan menuntut kejujuran batin saat menghadapi tekanan maupun kemakmuran.
Penafsiran berimbang (referensi penafsir terkemuka)
Para penafsir publik-domain seperti Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa Allah memedulikan kejujuran batin lebih dari ritual eksternal. Mereka menyoroti bahwa kemurtadan sering terbit dari kenyamanan duniawi yang menutupi kebutuhan akan Allah. Mereka juga menasihati pembaca untuk menolak doa yang hanya lahir dari krisis dan merangkul doa yang berakar pada hubungan pribadi dengan Allah.
Aplikasi praktis
Untuk pembaca saat ini, ayat ini mengajak kita memeriksa motif doa kita sendiri. Doa yang sehat adalah doa yang lahir dari kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dalam, memperbaharui hubungan, dan hidup setia dengan-Nya. Ketika kebutuhan material mendesak, kita dipanggil untuk tetap mengandalkan Tuhan dengan iman, sambil menjaga fokus pada kasih-Nya daripada keperluan duniawi semata.
Rujukan silang singkat
Terkait kedalaman hati dalam ibadah: Amsal 16:2 menekankan bahwa semua jalan manusia tampak benar di mata manusia, tetapi Tuhan menimbang hati. Yakobus 4:3 menyinggung doa yang tidak efektif karena motif yang salah. Mazmur 42:2-3 menggambarkan keinginan batin yang mencari Allah seperti rusa yang merindukan aliran-air; begitulah jiwa merindukan Allah di tengah pergumulan.
Ringkasan
Hosea 7:14 mengecam doa yang lahir dari permintaan materi semata tanpa kasih dan pengakuan akan Allah. Pesannya jelas: hubungan sejati dengan Tuhan melibatkan hati yang berbalik kepada-Nya, bukan sekadar reaksi terhadap krisis atau kenyamanan. Melalui penyesalan yang tulus dan iman yang hidup, umat dipanggil untuk memuliakan Allah dalam segala keadaan.