Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 6:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena sukalah Aku akan kebajikan, bukan akan persembahan, demikianpun akan pengetahuan akan Allah terlebih dari pada akan korban bakaran.
Hosea 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 6:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 9:13 (IDN) »
Tetapi pergilah kamu sambil memikirkan arti perkataan ini: Bahwa belas kasihan yang Aku kehendaki, bukanlah persembahan, karena bukannya Aku datang memanggil orang yang benar, hanyalah orang yang berdosa."

Matius 12:7 (IDN) »
Tetapi jikalau kamu sudah mengetahui akan arti perkataan ini: Bahwa belas kasihan yang Aku kehendaki, bukanlah persembahan, niscaya tiadalah kamu menyalahkan orang yang tiada bersalah itu,

Yesaya 1:11 (IDN) »
Apa guna kepada-Ku kebanyakan korbanmu? demikianlah firman Tuhan: Jemulah Aku akan segala korban bakaranmu dari pada domba jantan dan akan lemak segala lembu yang tambun, maka tiada Aku suka akan darah lembu muda atau anak domba atau anak kambing jantan.
Hosea 6:6 (IDN)
Setting segera: Hosea menyampaikan kebenaran Allah kepada umat Israel yang sibuk dengan ritual luar tetapi kehilangan hubungan hidup dengan-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa Allah menuntut lebih dari sekadar persembahan formal; Ia mencari kebenaran dan kasih yang nyata dalam hidup sehari-hari.
Apa yang diungkapkan ayat ini tentang Allah dan iman
Firman ini menegaskan bahwa Allah lebih mengutamakan kebajikan, yaitu kasih setia, keadilan, dan pengetahuan tentang Dia, daripada sekadar persembahan bakaran. Allah ingin umat-Nya hidup dalam relasi yang benar dengan-Nya, yang mem proposé respons iman yang otentik, bukan rutinitas ritual semata. Ketika ibadah kehilangan isi rohaninya, maka persembahan menjadi sia-sia di hadapan-Nya.
Penjelasan kata dan gambar penting
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
Cross-references:
Penjelasan singkat hubungan: Ketiga referensi ini menegaskan bahwa relasi dengan Allah melibatkan perubahan hidup nyata: tindakan adil, kasih yang setia, dan pola hidup yang selaras dengan kehendak-Nya, bukan sekadar ritual.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Pada masa kini, ayat ini mengajak kita mengevaluasi bagaimana kita beribadah dan hidup sehari-hari. Apakah aktivitas gereja kita—persembahan, lagu pujian, pelayanan—berjalan sejalan dengan kebajikan dan pengetahuan akan Allah? Allah menguji kesetiaan kita lewat kejujuran hati, kasih kepada sesama, dan ketaatan yang nyata, terutama kepada orang-orang lemah dan terpinggirkan. Raja damai menghendaki ibadah yang mentransformasi pola hidup, bukan sekadar ritus yang berulang.
Inti paket komentar dari sumber klasik
Dalam bayangan para penafsir publik domain, pandangan seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa Allah menuntut keutuhan hati: ibadah yang lahir dari kasih terhadap Tuhan dan sesama. Mereka menegaskan bahwa persembahan bakaran bersifat simbolik, tetapi kebajikan dan pengetahuan akan Allah adalah inti dari hubungan dengan-Nya. Poin-poin ini membantu kita melihat bahwa ritual menjadi berarti jika didorong oleh hidup yang sellar pada prinsip-prinsip kebenaran Allah.
Quotations (akurat dari sumber publik domain bila ada):
“For I desired mercy, and not sacrifice; and the knowledge of God more than burnt offerings.” (parafrase umum dari tema Henry/Barnes-Clarke terkait keutamaan iman yang hidup atas ritual) — catatan: kutipan lengkap mungkin berbeda per terjemahan bahasa Inggris klasik; tidak menyalin teks panjang di luar konteks.
Penutup: Ayat Hosea 6:6 menegaskan bahwa hubungan kita dengan Allah tergantung pada kebenaran hidup yang lahir dari kasih-Nya, bukan sekadar tindakan agama. Biarkan kebajikan dan pengetahuan tentang Allah membentuk cara kita beribadah dan berinteraksi dengan sesama.