Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 6:3 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 6:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Baiklah kita mengusahakan diri kita dengan rajin akan mengenal Tuhan; sebentar lagi Iapun akan terbit bagi kita seperti fajar dan datang atas kita seperti hujan yang limpah, seperti pada masa hujan akhir mendirus tanah dengan limpahnya.
Hosea 6:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 6:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 72:6 (IDN) »
Maka iapun akan turun seperti hujan kepada padang yang telah dipotong rumputnya, dan segala titik-titik hujan yang mendirus bumi adanya.

Hosea 14:5 (IDN) »
(14-6) Bahwa Aku jadi bagi Israel akan air embun, dan iapun akan berbunga seperti bakung, dan akarnyapun akan menjalar seperti di Libanon.

Filipi 3:13 (IDN) »
Hai saudara-saudaraku, aku ini tiada mengirakan diriku sudah berpegang itu, tetapi satu perkara kubuat: Aku melupakan segala perkara yang di belakang, serta meregangkan diriku kepada yang di hadapan,
Tesis Ayat: Hosea 6:3 (IDN)
Dalam konteks Hosea 6, nabi menyoroti keretakan hubungan umat Israel dengan Allah karena ketidaksetiaan mereka. Awal pasal menantangkan pertobatan dan pemulihan yang diharapkan, mengingat Allah tidak menolak orang yang berbalik. Ayat ini menaruh fokus pada respons manusia untuk berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan, sambil menegaskan bahwa Allah sendiri akan mendatang dengan kehadiran yang menyegarkan seperti fajar dan hujan akhir musim, yakni pemulihan berlimpah bagi tanah yang kering.
Inti makna ayat
Ayat ini menekankan dua arah: usaha manusia untuk mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan inisiatif Allah yang datang menggenapi harapan tersebut. Perjumpaan dengan Tuhan tidak terjadi lewat jalur pasif; umat dipanggil untuk merendahkan hati, kembali kepada firman-Nya, dan menantikan pemulihan yang pasti datang pada waktu-Nya.
Tiga tema utama
Ayat-ayat terkait
Beberapa bagian lain menegaskan tema ini: (1) Hosea 5:15–6:1 mengundang pertobatan dan janji pemulihan; (2) Amos 5:4–6, seruan kembali kepada Allah mewujud dalam kehidupan yang benar dan adil; (3) Yon 3:6–9 menampilkan pertobatan yang lahir dari penyesalan yang tulus. Masing-masing menegaskan bahwa Allah merespons pertobatan dengan pemulihan dan pembaruan rohani.
Refleksi praktis
Renungkan bagaimana kita berusaha mengenal Tuhan setiap hari: membacaFirman dengan tekun, mendoakan dengan kejujuran, dan melayani sesama dalam kasih. Singkirkan rutinitas rohani yang datar; biarkan pertobatan yang nyata mendorong kita untuk hidup berkenan di hadapan-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tidak menunda pemulihan bagi mereka yang dengan sungguh-sungguh mencari-Nya.
Penutupan singkat
Hosea 6:3 memuat panggilan yang seimbang antara tanggung jawab manusia untuk berupaya mengenal Tuhan dan keyakinan bahwa Allah akan datang memulihkan umat-Nya dengan limpah seperti fajar dan hujan akhir. Respons iman ialah menindaklanjuti panggilan itu dengan komitmen hidup yang lebih dekat kepada-Nya.
Referensi silang singkat
Kaitkan dengan Hosea 5:15; Amos 5:4–6; Yon 3:6–9 untuk melihat pola pertobatan yang menghasilkan pemulihan ilahi. Allah menanti saat hati merendahkan diri dan memurnikan jalan-jalan di hadapan-Nya.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke are not directly cited here; their published phrases shaped the devotional sensibility, but no exact verbatim quotes are included in this summary.