Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 4:11 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 4:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa persundalan dan air anggur dan air anggur yang baharu itulah menyesatkan hati.
Hosea 4:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 4:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 20:1 (IDN) »
Bahwa air anggur itu laksana pengolok-olok dan minuman yang pedas itu pengusik adanya; barangsiapa yang sesat dalamnya, ia itu tiada berakal.

Yesaya 28:7 (IDN) »
Tetapi ini juga sesat dalam air anggur dan berpusing-pusing dalam minuman yang keras, jikalau imam dan nabi sekalipun sesat dalam minuman keras, mereka itu sekalian teracap oleh air anggur, mereka itu berpusing-pusing oleh minuman yang keras, mereka itu sesat dalam khayal, mereka itu terhuyung-huyung dalam pehukuman.

Lukas 21:34 (IDN) »
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan ditakluk oleh gelojoh dan mabuk dan percintaan kehidupan ini, sehingga dengan tiada disangka-sangka hari itu terentang ke atasmu seperti jerat.
Hosea 4:11 (IDN)
Imaniah ini adalah bagian dari pengamatan Hosea terhadap kegoncangan Israel karena penyalahgunaan umat terhadap hubungan dengan Tuhan. Ayat ini menyoroti tiga godaan utama yang memblindkan hati: persundalan, minuman anggur, dan anggur yang baharu. Hosea menakar bagaimana ketergantungan pada kenikmatan duniawi telah menggantikan ketekunan beribadah kepada Tuhan. Pada konteks kitab Hosea, persundalan sering dipakai sebagai gambaran pengkhianatan Israel terhadap perjanjian-Nya; ini bukan sekadar makian seksual, melainkan penyelewengan hati dari kesetiaan kepada Tuhan.
Apa yang diungkapkan teks ini tentang Allah dan iman
Ayah-Bapa rohani diambil sebagai contoh di sini bahwa Tuhan menilai hati yang condong kepada hal-hal duniawi sebagai ketidaksetiaan. Ayat ini menggambarkan Tuhan sebagai suami yang setia, menuntut kesetiaan umat-Nya. Ketergantungan pada persundalan dan minuman anggur menggambarkan ketidakmurnian hati yang menoleh kepada hal-hal yang menahan manusia dari iman yang tulus. Dengan demikian, teks menekankan bahwa iman yang hidup memerlukan ketetapan hati kepada Tuhan, bukan kepada kesenangan sesaat.
Istilah kunci dan gambaran penting
Horison konteks dan bagian terkait
Ayat ini sering dipakai untuk menegur umat yang menukar iman dengan kesenangan atau indulgensi. Dalam konteks Hosea, kegoncangan sosial dan rohani disebabkan umat menempatkan hal-hal duniawi di atas perjanjian dengan Tuhan. Beberapa bagian yang relevan untuk dipertimbangkan:
Cross-references singkat dan relevan
Penjelasan singkat: Ketiga sumber ini menggarisbawahi bahwa iman yang hidup menuntut komitmen hati penuh terhadap Tuhan, tidak tergantung pada kenikmatan sesaat.
Aplikasi bagi hidup kita sekarang
Masih relevan hari ini: kita dipanggil memeriksa hati secara jujur. Apakah kita terlalu mudah membiarkan kenikmatan duniawi memikat kita dari hidup dalam pengabdian kepada Tuhan? Tuhan memanggil kita untuk menjadikan Tuhan sebagai tujuan utama, bukan sekadar pelengkap saat-saat tertentu. Perjalanan iman memerlukan disiplin yang mendorong kita menolak godaan yang menyesatkan hati dan menegakkan integritas rohani di tengah tantangan modern.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke:
Adam Clarke: "Persundalan adalah pengecohan hati; anggur adalah kenikmatan yang membutakan akal, sehingga tidak lagi memedulikan perintah Tuhan."
Albert Barnes: "Ketidaksetiaan hati kepada Tuhan direfleksikan dalam kepatuhan yang beralih kepada hal-hal sementara; ini menggerus kehidupan rohani secara bertahap."
Matthew Henry (parafrase): "Ketika hati tergantung pada anggur dan persundalan, keimanan kehilangan kuasanya; Tuhan menuntut penyerahan penuh untuk menjaga kemurnian hubungan dengan-Nya."
Penekanan praktis: Rawat hati melalui doa, pembacaan firman, dan komunitas yang mendukung hidup saleh. Hindari kompromi yang membuat kita menyeberang dari iman kepada kesenangan duniawi.