Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ibrani 7:1 Ibrani 7:2 Ibrani 7:3 Ibrani 7:4 Ibrani 7:5 Ibrani 7:6 Ibrani 7:7 Ibrani 7:8 Ibrani 7:9 Ibrani 7:10 Ibrani 7:11 Ibrani 7:12 Ibrani 7:13 Ibrani 7:14 Ibrani 7:15 Ibrani 7:16 Ibrani 7:17 Ibrani 7:18 Ibrani 7:19 Ibrani 7:20 Ibrani 7:21 Ibrani 7:22 Ibrani 7:23 Ibrani 7:24 Ibrani 7:25 Ibrani 7:26 Ibrani 7:27 Ibrani 7:28



Ibrani 7:21 (IDN)
Kedudukan Imam Besar yang kekal diperjelas melalui sumpah ilahi. Ayat ini menegaskan bahwa meskipun Nabi-Nabi terdahulu menunjuk pada Imam, Kristus dipilih bukan hanya karena garis keturunan atau jabatan manusia, melainkan melalui sumpah Tuhan yang tidak akan menyesal. Karena itu, Ia berperan sebagai Imam selama-lamanya, secara permanen dan tidak berubah.
Setting segera konteks
Pengantar pasal ini menyoroti perbedaan antara Imam-imam Lewi yang berfungsi secara terbatas dan catu iman Allah yang menunjuk Kristus sebagai Imam agung yang kekal. Sumpah Tuhan yang menyatakan, Engkaulah Imam selama-lamanya, menegaskan legitimasi ilahi dan kestabalan peran-Nya dalam karya penyelamatan.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa Allah berfirman dengan sumpah untuk meneguhkan penentuan-Nya sendiri. Sumpah itu menjamin keberlanjutan imam Kristus—bukan karena ketetapan manusia, melainkan karena janji Tuhan yang tidak berubah. Hal ini memperkuat kepercayaan bahwa Allah telah menyiapkan jalan keselamatan yang tetap melalui peran Yesus sebagai Imam Besar yang sempurna.
Istilah kunci dan gambaran penting
Penelusuran terkait
Beberapa bagian terkait menegaskan tema keimamatan Kristus yang kekal dan otoritas-Nya di hadapan Allah Bapa:
Aplikasi saat ini
Ayat ini menguatkan keyakinan bahwa pengantara kita tidak rapuh atau berubah. Dalam situasi gelombang kehidupan—pencobaan, ketidakpastian, atau pergumulan dosa—kita memiliki Imam yang kekal dan berkuasa. Oleh karena itu, kita didorong untuk mendekat dengan iman yang percaya bahwa Allah meneguhkan keselamatan kita melalui Kristus, Imam yang diangkat oleh sumpah-Nya.
Inti pesan dalam satu pandangan
Ketika Allah menyatakan bahwa Kristus adalah Imam selama-lamanya melalui sumpah-Nya, Dia menegaskan kesinambungan dan kelengkapan karya penebusan. Ini memberi kita kenyamanan bahwa keselamatan kita tidak bergantung pada keadaan dunia, melainkan pada kesetiaan Allah sendiri dalam menjalankan rancangan-Nya melalui Kristus.