Kejadian 47:27 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Arakian, maka duduklah Israel di negeri Mesir di tanah Gosyen, serta diperolehnya milik dalamnya dan bertambah-tambahlah mereka itu serta menjadi amat banyak.

Ayat sebelumnya
« Kejadian 47:26
Ayat berikutnya
Kejadian 47:28 »

Kejadian 47:27 Tafsiran ayat Alkitab

Kejadian 47:27 (IDN) – Israel menetap di Mesir

Gambaran umum singkat: Setelah melalui masa-masa pergumulan dan penjajakan iman, Yakub dan seluruh keluarga Israel akhirnya menetap di tanah Gosyen di Mesir. Ayat ini menekankan dua hal utama: kepemilikan tanah oleh bangsa Israel di Mesir sebagai bagian dari berkat pemeliharaan Tuhan, dan kelanjutan garis keturunan yang bertambah ramai meskipun berada dalam suasana asing. Dalam konteks kitab Kejadian, ini menandai awal dari eksodus panjang yang membentuk identitas bangsa Israel sebagai umat yang dipanggil Allah dengan janji-Nya tetap menyertai mereka.

Ayat dalam konteks pasal

Pasal 47 menjelaskan masa kelaparan yang melanda Kanaan dan bagaimana Yusuf, sekarang penguasa Mesir, mengelola produksi dan peralihan keluarga Yakub ke Mesir. Ayat ini mencatat bahwa Israel menetap di tanah Gosyen, menerima milik di sana, dan bertambah banyak. Ini menunjukkan pemulihan kemakmuran meskipun keadaan luar telah berubah. Secara teologis, penempatan mereka di Gosyen menegaskan kehadiran ilahi dalam realitas historis: Tuhan mengarahkan langkah-langkah nenek moyang-Nya dan memelihara garis keturunan-Nya.

Pelajaran utama rohani

Etos utama ayat ini adalah penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya. Mesir, tempat asing bagi Israel, menjadi rumah bagi mereka melalui rencana Allah. Kepemilikan lahan dan pertambahan umat menunjukkan bahwa berkat Tuhan tidak terserap oleh geografi maupun keadaan yang tampak. Dari sudut iman, umat percaya dipanggil untuk melihat dalam keadaan dunia yang tampak buntu sebagai ladang pemenuhannya Allah, yang memelihara perjanjian-Nya meskipun medan hidup berubah.

Perbandingan singkat dengan pasal lain

- Keluaran 6:8 menggambarkan janji Tuhan kepada nenek moyang tentang pewarisan tanah Kanaan; meski pemenuhan eksplisit di Mesir belum terjadi, prinsip pemeliharaan ilahi tetap berjalan. (referensi umum, tidak mengutip teks penuh)

- Ulangan 8:7-10 mengingatkan umat Israel bahwa tanah yang mereka masuki adalah hasil pemeliharaan Tuhan, yang menumbuhkan roti dan memberi kesejahteraan. Ayat ini menempatkan peristiwa Gosyen sebagai bagian dari narasi besar tentang berkat dan ketaatan.

- Roma 9:6-8 menegaskan bahwa bukan karena darah, tetapi karena Allah yang berpegang pada pilihan-Nya, sehingga keturunan rohani diberi beban tanggung jawab berbeda. Meski konteksnya berlatar budaya berbeda, prinsip pemilikan berkat ilahi tetap relevan sebagai dasar identitas umat Allah.

Aplikasi praktis

  • Berpegang pada pemeliharaan Tuhan: meski keadaan lingkungan terasa asing atau menantang, Tuhan memegang rencana-Nya bagi umat-Nya.
  • Menilai berkat material sebagai bagian dari anugerah ilahi, bukan semata hasil usaha manusia; menjaga hubungan dengan Tuhan tetap utama di dalam kesejahteraan maupun masa sulit.
  • Memelihara identitas komunitas iman di tengah bangsa lain, sambil tetap menghormati hak-hak hidup yang Tuhan berikan.

Cross-references singkat

- Kejadian 12:2-3: berkat perjanjian Allah kepada Abraham mencakup penambahan keturunan dan berkat bagi bangsa melalui mereka.

- Keluaran 3:12: Tuhan menjanjikan kehadiran-Nya di tengah umat meskipun mereka berada di tempat yang tidak dikenalnya, menguatkan tema pemeliharaan-Nya.

- Ulangan 32:9-10: Tuhan menjaga umat-Nya seperti pahlawan memelihara bagi-Nya, menetapkan keamanan bagi warisan-Nya.

Ringkasan

Kejadian 47:27 menyatakan bahwa Israel menetap di Gosyen, menerima milik di sana, dan bertambah banyak. Ayat ini menegaskan pola pemeliharaan Allah di tengah pergeseran hidup manusia: tanah, kemakmuran, dan kelimpahan bukan sekadar fakta dunia, melainkan bagian dari rancangan-Nya bagi umat-Nya. Dengan demikian, umat percaya diajak melihat berkat sebagai bagian dari kesetiaan ilahi yang berlangsung ketika mereka mengikuti panggilan-Nya di tengah dunia yang luas dan asing.

Catatan editorial: Ringkasan ini menggabungkan wawasan umum yang sejalan dengan tafsiran klasik dari para komentator publik-domain, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, tanpa menyalin teks langsung. Namun, gagasan utama tentang pemeliharaan Tuhan dan realisasi berkat di tengah keadaan asing konsisten dengan tradisi tafsir tersebut.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Kejadian 47:27 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 1:7 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 1:7 (IDN) »
lalu bani Israelpun biaklah dan bertambah-tambah banyaknya dan menjadi terlalu besar kuasanya, sehingga ramailah negeri dengan mereka itu.

Kejadian 46:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kejadian 46:3 (IDN) »
Maka firman-Nya: Bahwa Akulah Allah bapamu; janganlah engkau takut turun ke Mesir, karena di sana Aku jadikan dikau kelak suatu bangsa yang besar.

Kisah Para Rasul 7:17 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kisah Para Rasul 7:17 (IDN) »
Tetapi tatkala masanya sudah dekat dengan Perjanjian yang dijanjikan Allah kepada Ibrahim, maka bertambah-tambah banyaklah kaum itu di Mesir,

IDN Pilih kitab dalam Alkitab