Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 38:1 Kejadian 38:2 Kejadian 38:3 Kejadian 38:4 Kejadian 38:5 Kejadian 38:6 Kejadian 38:7 Kejadian 38:8 Kejadian 38:9 Kejadian 38:10 Kejadian 38:11 Kejadian 38:12 Kejadian 38:13 Kejadian 38:14 Kejadian 38:15 Kejadian 38:16 Kejadian 38:17 Kejadian 38:18 Kejadian 38:19 Kejadian 38:20 Kejadian 38:21 Kejadian 38:22 Kejadian 38:23 Kejadian 38:24 Kejadian 38:25 Kejadian 38:26 Kejadian 38:27 Kejadian 38:28 Kejadian 38:29 Kejadian 38:30
Makna Singkat Ayat
Kejadian 38:21 menggambarkan upaya menelusuri keberadaan seorang wanita yang dikenal sebagai sundal, yang sebelumnya terkait dengan tempat mata air kembar di sisi jalan. Refrensi ini menampilkan suasana komunitas yang menjaga reputasi moral dan keadilan sosial lewat penyelidikan yang terfokus pada identitas individu yang dianggap berdosa.
Latar Belakang Kontekstual
Ayat ini bagian dari narasi yang memperkenalkan definisi wilayah dan batas-batas komunitas di daerah itu, ketika Yehuda dan anak-anaknya terlibat dalam interaksi sosial yang kompleks. Pencarian dilakukan oleh orang-orang tertentu di tempat tersebut, menunjukkan bagaimana praktik pengawasan publik dan penilaian moral berjalan dalam budaya kuno. Keberadaan “perempuan sundal” di lokasi mata air menekankan stigma dan tantangan yang dihadapi perempuan yang terlibat dalam praktik seksual yang dianggap menyimpang oleh norma setempat.
Observasi Interpretatif
Pertama, ayat ini menyoroti dinamika moralitas sosial dan bagaimana reputasi individu dipertaruhkan di mata komunitas. Kedua, ada nuansa realitas manusia dengan konsekuensi dari tindakan masa lalu yang mempengaruhi identitas dan nasib orang di sekelilingnya. Ketiga, kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya keadilan dan kehati-hatian dalam menilai sesama tanpa membabi buta berdasarkan rumor.
Beberapa referensi silang yang relevan:
Penjelasan singkat: ayat-ayat terkait menekankan pentingnya menjaga integritas pribadi dan tidak tergoda mengikuti gosip atau penilaian sepihak yang bisa merugikan orang tidak bersalah.
Beberapa ulasan ringkas dari komentar kuno menyoroti bahwa narasi ini memperlihatkan bagaimana komunitas mengatur perilaku publik melalui tanya jawab dan pengakuan lingkungan. (Catatan: kutipan langsung berikut hanya jika tersedia dalam karya-karya kuno yang berhak publik domain.)
Ayat ini menegaskan bahwa meskipun ada upaya menegakkan norma moral, penegakan hukum sosial perlu berhati-hati agar tidak menuduh tanpa bukti. Dalam konteks Breit budaya kuno, hal ini juga mengingatkan kita akan pentingnya keadilan dan empati dalam menilai orang lain.