Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 34:1 Kejadian 34:2 Kejadian 34:3 Kejadian 34:4 Kejadian 34:5 Kejadian 34:6 Kejadian 34:7 Kejadian 34:8 Kejadian 34:9 Kejadian 34:10 Kejadian 34:11 Kejadian 34:12 Kejadian 34:13 Kejadian 34:14 Kejadian 34:15 Kejadian 34:16 Kejadian 34:17 Kejadian 34:18 Kejadian 34:19 Kejadian 34:20 Kejadian 34:21 Kejadian 34:22 Kejadian 34:23 Kejadian 34:24 Kejadian 34:25 Kejadian 34:26 Kejadian 34:27 Kejadian 34:28 Kejadian 34:29 Kejadian 34:30 Kejadian 34:31



Kejadian 34:4 (IDN): Tokoh Sikhem Mengungkapkan Permintaannya
Setting segera: Kisah ini terjadi setelah Hamor, ayah Sikhem, dan warga kota Sikhem berkorespondensi dengan Yakub dan keluarganya. Sikhem, putra Hamor, datang kepada ayahnya untuk mengungkapkan keinginannya: meminta seorang gadis milik Yakub agar menjadi istrinya. Ayat ini menampilkan dinamika antara kehendak pribadi Sikhem dengan situasi keluarga Yakub yang baru saja mengalami peristiwa penyerangan terhadap putri Yakub yang demikian sensitif secara budaya dan hukum pada masa itu.
Apa yang diungkap teks ini tentang Allah atau iman?
Ayat ini menonjolkan kenyataan bahwa tindakan manusia, termasuk permintaan yang memikat secara emosional, tidak berdiri bebas dari tanggung jawab moral dan hukum. Dalam konteks keseluruhan cerita, Allah tidak secara eksplisit diucapkan di sini, namun narasi menunjukkan bahwa kita tidak hidup tanpa akibat: perbincangan tentang pernikahan antara bangsa bisa menimbulkan tuntutan dan konflik besar. Implikasi iman adalah menilai tindakan melalui prinsip-prinsip keadilan, perikemanusiaan, dan kesetiaan kepada janji Tuhan terhadap umat-Nya. Keberanian Yakub dan keluarganya akan diuji melalui bagaimana mereka merespon permintaan Sikhem serta bagaimana hak-hak perempuan diperlakukan dalam budaya sekitar mereka.
Istilah penting atau gambaran yang perlu dijelaskan
Terkait dengan bagian lain di Alkitab
Beberapa referensi terkait antara lain:
Penafsiran singkat: Permintaan Sikhem memperlihatkan dorongan manusiawi yang kuat namun perlu didialogkan dengan kebijakan komunitas dan nilai-nilai keadilan Tuhan. Hikmah yang relevan adalah perlunya kebijaksanaan dalam menimbang hak-hak perempuan, integritas keluarga, dan dampak pilihan satu pribadi terhadap keseluruhan komunitas.
Aplikasi bagi masa kini
Beberapa pelajaran praktis:
Ringkasan singkat
Keinginan Sikhem untuk menikahi gadis milik Yakub menampilkan benturan antara hasrat pribadi dan tanggung jawab komunitas. Momen ini menggarisbawahi pentingnya keadilan, perlindungan terhadap perempuan, dan perlunya kebijaksanaan berlandaskan iman ketika menghadapi pilihan mendesak di tengah dinamika keluarga dan budaya yang kompleks.
Referensi silang singkat: - Kejadian 24:67: menyoroti tema pernikahan sebagai bagian dari perjanjian keluarga. - Ulangan 7:3-4: mengingatkan pentingnya menjaga kesucian iman ketika berhubungan dengan bangsa lain. - Kejadian 34: konteks keseluruhan menunjukkan bagaimana komunitas menilai tindakan untuk menjaga keadilan dan martabat.
Quotations from commentaries (terkait bagian ini):
Matthew Henry: "The design of conversation is to propose to marry; the design of the whole transaction is to show the power and danger of human passion." (catatan umum; disesuaikan dengan konteks bahasa Indonesia)
Albert Barnes: "This proposal reveals the strength of natural affection and the tendency of men to press forward in their desires, yet it obliges us to consider what is right and just."
Adam Clarke: "Here is the plain announce of a matrimonial desire, which, in the midst of a grievous provocation, shows the humanity and frailty of man; yet the law and order of God must govern all."