Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50



Inti makna Kejadian 33:20
Kejadian 33:20 menyatakan bahwa Yakub mendirikan mezbah dan menamai-Nya Allah Israel, Allah Mahakuasa. Inti pesan ayat ini adalah pengakuan bahwa perjumpaan Yakub dengan Allah menandai perubahan identitas dan komitmen ibadah kepada Allah yang berkuasa atas segala hal.
Latar belakang konteks
Sebelumnya, Yakub telah berangkat pulang dari kehilangan kedamaian karena konflik dengan saudara-saudaranya. Ia berjumpa dengan Esau dan mengalami pemulihan hubungan yang penting bagi keselamatan keluarga. Di antara langkah-langkah penyataan iman yang ia lakukan, pendirian mezbah menandai sebuah peralihan: bukan sekadar pengakuan pribadi, tetapi pengakuan atas Tuhan yang berkuasa dalam sejarah keluarga dan bangsa Israel.
Tafsir singkat dan observasi
Referensi silang terkait
Beberapa tempat dalam Alkitab yang memperkaya makna peristiwa ini:
Catatan editorial singkat
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pendirian mezbah menandai pengakuan publik atas iman yang diuji melalui perjalanan hidup Yakub. Mereka menyoroti bahwa pengakuan “Allah Israel” menegaskan bahwa Allah berada di pihak umat pilihan-Nya dan bahwa hubungan dengan-Nya membawa tanggung jawab hidup sesuai dengan kehendak-Nya. (Catatan singkat: kutipan langsung singkat dari karya Henry, Barnes, Clarke diizinkan saat relevan jika ada bagian yang diikutsertakan.)
Prinsip kunci untuk diterapkan
Rujukan relevan dan penjelasan singkat
Beberapa ayat terkait menolong memperluas makna peristiwa ini tanpa mengulang teks secara penuh:
Penutup: takeaway praktis singkat
Kejadian 33:20 mengundang kita untuk menilai bagaimana kita menanggapi perjumpaan dengan Allah. Apakah kita juga menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup, mengakui-Nya sebagai yang Mahakuasa, dan meneguhkan komitmen beribadah serta taat dalam perjalanan iman kita sehari-hari?