Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 32:1 Kejadian 32:2 Kejadian 32:3 Kejadian 32:4 Kejadian 32:5 Kejadian 32:6 Kejadian 32:7 Kejadian 32:8 Kejadian 32:9 Kejadian 32:10 Kejadian 32:11 Kejadian 32:12 Kejadian 32:13 Kejadian 32:14 Kejadian 32:15 Kejadian 32:16 Kejadian 32:17 Kejadian 32:18 Kejadian 32:19 Kejadian 32:20 Kejadian 32:21 Kejadian 32:22 Kejadian 32:23 Kejadian 32:24 Kejadian 32:25 Kejadian 32:26 Kejadian 32:27 Kejadian 32:28 Kejadian 32:29 Kejadian 32:30 Kejadian 32:31 Kejadian 32:32

Kejadian 32:18 — Lembaran Permintaan Amanat: “Hendaklah kausahut…”
Pada saat Yakub menempuh perjalanan pulang dan menghadapi saudara leluhurnya Esau, ia menyiapkan langkah-langkah untuk menghindari kemarahan yang mungkin timbul karena hak warisan dan perlengkapan yang ia tarik dalam perjalanannya. Ayat ini muncul sebagai bagian dari kata-kata Yakub ketika ia mengutus utusan-utusan membawa pesan halus kepada Esau: “Hendaklah kausahut: Ia ini Yakub, hamba tuan, punya, suatu hadiah yang dikirimkannya kepada Esaf, tuan hamba, bahwa sesungguhnya adalah ia sendiripun di belakang kami.” (Kejadian 32:18, IDN). Ayat ini menandai taktik diplomatis yang hati-hati, dan sekaligus menyiratkan kepercayaan Yakub bahwa hubungannya dengan Esau dapat diperbaiki melalui pemberian sebagai tanda kerendahan hati dan niat damai.
Penafsiran singkat mengenai makna teks
Ayat ini menyoroti beberapa tema utama: kerendahan hati Yakub, ketergantungan pada rencana damai, serta kesadaran bahwa hubungan keluarga yang retak membutuhkan usaha manusia yang disertai dengan percaya kepada Tuhan dalam menghadapi kemungkinan bahaya. Yakub mempersonifikasikan diri sebagai pelayan Esau—“hamba tuan”—dan mempersembahkan hadiah sebagai jalan untuk meredam kemarahan dan membangun kembali ikatan darah yang sahih.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan tokoh dan tema Alkitabiah
Dalam tradisi tafsiran kuno, para bapa gereja dan komentator publik domain menggarisbawahi bahwa damai sejati sering dimulai dari sikap rendah hati dan tindakan nyata. Yakub menimbang risiko dengan cermat, memihak pada jalan damai meski jalan itu berat. Ayat ini juga memperlihatkan kepercayaan Yakub bahwa rencana Tuhan tetap memimpin, meskipun rencana manusia tampak rapuh.
Tautan silang yang relevan (singkat)
Penjelasan singkat: Salinan semacam ini menunjukkan bahwa tindakan damai manusia beriringan dengan penyerahan iman kepada Tuhan, menyadari bahwa damai sejati bukan hanya hasil kalkulasi manusia tetapi juga anugerah Tuhan yang mengarahkan langkah.
Pemahaman teologis singkat
Ayat ini mengajarkan bahwa jalan damai dibangun melalui kerendahan hati, pengakuan hak-hak orang lain, dan komitmen untuk membangun kembali hubungan keluarga melalui tindakan nyata. Dalam konteks kehidupan beriman, langkah Yakub mengajar kita bahwa upaya mengampuni dan memperbaiki hubungan membutuhkan keberanian dan percaya bahwa Tuhan tetap memimpin rencana besar-Nya, meskipun jalan menuju rekonsiliasi penuh tidak selalu mulus.
Aplikasi praktis masa kini
Cuplikan wawasan dari tokoh penafsir publik domain
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa sikap Yakub menempatkan damai di atas kemenangan pribadi. Dalam tradisi mereka, tindakan pengakuan hak dan kerendahan hati menjadi prasyarat utama rekonsiliasi, sebagaimana dinyatakan dalam gambaran Yakub yang memilih damai meski masa lalu penuh luka.
Catatan singkat mengenai kutipan langsung: Keterangan-keterangan umum dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tidak diulang secara panjang lebar di sini; jika ada kutipan pendek yang relevan, akan dicantumkan secara ringkas sesuai dengan izin hak cipta domain publik yang ada.