Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 25:1 Kejadian 25:2 Kejadian 25:3 Kejadian 25:4 Kejadian 25:5 Kejadian 25:6 Kejadian 25:7 Kejadian 25:8 Kejadian 25:9 Kejadian 25:10 Kejadian 25:11 Kejadian 25:12 Kejadian 25:13 Kejadian 25:14 Kejadian 25:15 Kejadian 25:16 Kejadian 25:17 Kejadian 25:18 Kejadian 25:19 Kejadian 25:20 Kejadian 25:21 Kejadian 25:22 Kejadian 25:23 Kejadian 25:24 Kejadian 25:25 Kejadian 25:26 Kejadian 25:27 Kejadian 25:28 Kejadian 25:29 Kejadian 25:30 Kejadian 25:31 Kejadian 25:32 Kejadian 25:33 Kejadian 25:34


Kejadian 25:14 (IDN) — "Misma dan Duma dan Masa"
Pimke utama: Ayat ini menampilkan daftar nama keturunan Ishak melalui garis Keturunan Ishak yang lahir dari emak-emak sekutu di Padang Gurun. Secara singkat, kita melihat bagaimana narasi genealogis menghubungkan keluarga Abram ke generasi berikutnya, menegaskan kontinuitas pilihan Allah dalam umat-Nya.
konteks sastra
Naskah pasal 25 menggambarkan kelahiran Ishak dan pertemuan antara istri-istri Abraham setelah kematian Sara. Ayat 14 adalah bagian dari rangkaian nama-nama yang memperluas garis keturunan, menandai penyebaran keturunan melalui kedua istri Ishak. Dalam bahasa aslinya, daftar nama berfungsi sebagai alat untuk menunjukkan legitimasi garis keturunan dan realisasi janji Tuhan kepada Abraham terkait banyak keturunan.
Signifikansi teologis
Urutan nama dalam bagian ini mengingatkan pembaca bahwa perjanjian Tuhan tidak terhenti pada figur-figur besar semata; Ia memelihara garis keturunan-Nya melalui tindakan manusia. Meski di sini tidak menyingkap peran teologis yang eksplisit, kita melihat pola umum: Allah mengarahkan jalan sejarah melalui keluarga manusia, bekerja lewat keturunan untuk melanjutkan rencana keselamatan. Dalam konteks keseluruhan Kitab Kejadian, daftar keturunan ini menyiapkan jalan bagi Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai leluhur Israel.
hubungan lintas Alkitab
Penekanan pada keluarga Abraham menegaskan bahwa keselamatan Allah berlanjut melalui historis keluarga manusia, bukan hanya melalui figur tunggal. Namun, Alkitab juga menggeser fokus menuju ketaatan dan iman yang membentuk identitas umat-Nya.
pertanyaan untuk refleksi
kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui garis keturunan untuk melanjutkan janji-Nya. Daftar nama dalam Kejadian 25:14 adalah bagian dari narasi yang lebih luas: Tuhan memelihara garis keturunan-Nya untuk menjadi wahana berkat bagi dunia. Melalui iman dan ketaatan para leluhur, Allah mempersiapkan jalur bagi karya-Nya yang lebih besar dalam sejarah keselamatan.
Quotations from public-domain commentators (singkat):
Matthew Henry menekankan bahwa sejarah keturunan menunjukkan bagaimana Allah mengatur urutan peristiwa demi janji-Nya, bukan karena kepandaian manusia. Albert Barnes menyoroti pentingnya konteks genealogis sebagai bagian dari pewarisan identitas bangsa. Adam Clarke menyampaikan bahwa daftar namanya diperlukan untuk menegaskan legitimasi garis keturunan dan rancangan Tuhan atas umat-Nya.
Catatan silang singkat: - Kej. 25:12-13; - Kel. 1:7; - Mz. 105:8-11.