Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50



Kejadian 20:18 (IDN) — Tafsiran Ringkas dalam Konteks Kisah Abraham dan Abimelekh
Ayat ini berada dalam kisah Ibrahim (Abraham) yang berhadapan dengan Abimelekh raja Gerar. Tuhan telah melakukannya menumpatkan segala rahim orang perempuan dalam istana Abimelekh karena Sarah, istri Ibrahim, adalah istrinya. Peristiwa ini terjadi karena Ibrahim menyatakan kepada Abimelekh bahwa Sarah adalah adiknya, bukan istrinya, untuk melindungi dirinya sendiri. Namun, Allah membuka niat hati Abimelekh melalui mimpi, dan menegaskan bahwa perempuan itu milik Ibrahim. Karena itu Abimelekh terhindar dari pelanggaran moral dan Allah menuntun mereka menuju pemulihan melalui perjanjian damai dan janji keselamatan bagi keluarga mereka.
Makna pokok ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan memperhatikan hubungan perjanjian-Nya dan melindungi rencana-Nya meskipun manusia berusaha menipu situasi demi keselamatan pribadi. Penjara bagi diri Abimelekh karena tindakan yang tampak benar secara hukum manusia itu diatasi oleh keadilan Allah, yang tidak membiarkan kebenaran diperdagangkan atau diperalat. Allah menuntun semua pihak menuju penyelesaian yang memulihkan hubungan antara Abraham, Sarah, dan Abimelekh.
Tema utama
Cross-references (hubungan yang relevan)
Penjelasan singkat terkait referensi: Kisah-kisah ini menunjukkan pola ilahi yang memulihkan keadaan ketika manusia memilih jalan pintas, dan menegaskan pentingnya integritas dalam hubungan pernikahan serta perlindungan atas rencana-Nya bagi bangsa-Nya.
Pembelajaran praktis
1) Kejujuran lebih penting daripada kepalsuan yang tampak melindungi. Allah memiliki cara untuk membongkar tipu muslihat dan membawa kebenaran ke permukaan. 2) Peran istri sebagai bagian dari berkat dan janji Allah tidak boleh diremehkan; menjaga kehormatan istri adalah bagian dari menghormati rencana Tuhan. 3) Ketika terjadi konflik antara niat manusia dan rencana ilahi, kita diajak untuk menyikapi dengan rendah hati, berdoa, dan mengikuti arahan Allah menuju penyelesaian damai.
Ringkasan singkat
Tuhan membimbing interaksi antara Abraham, Sarah, dan Abimelekh dengan menekankan pemeliharaan perjanjian-Nya, menjaga kehormatan istri, serta mendorong penyelesaian secara ilahi. Ayat ini menegaskan bahwa Allah bertindak demi kebenaran-Nya meskipun manusia berupaya mengatur jalan sendiri.
Catatan kutipan: Ringkasan ini mengisi tema umum dari tafsiran klasik publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tanpa meniru teks asli mereka secara langsung. Jika Anda membutuhkan kutipan spesifik, saya dapat menambahkannya dalam bagian terpisah dengan format yang tepat.