Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 14:1 Kejadian 14:2 Kejadian 14:3 Kejadian 14:4 Kejadian 14:5 Kejadian 14:6 Kejadian 14:7 Kejadian 14:8 Kejadian 14:9 Kejadian 14:10 Kejadian 14:11 Kejadian 14:12 Kejadian 14:13 Kejadian 14:14 Kejadian 14:15 Kejadian 14:16 Kejadian 14:17 Kejadian 14:18 Kejadian 14:19 Kejadian 14:20 Kejadian 14:21 Kejadian 14:22 Kejadian 14:23 Kejadian 14:24



Makna Ayat
Kejadian 14:10 menggambarkan kondisi perang antara raja-raja dan bagaimana wilayah Sidim dipenuhi dengan telaga minyak tanah, sehingga pasukan Sodom dan Gomorah melarikan diri dan akhirnya menyerah di gunung. Ayat ini menekankan dampak kehancuran perang terhadap tempat-tempat rendah, serta keputusasaan para pelaku perang yang memilih melarikan diri ke bukit sebagai upaya bertahan hidup.
Latar Belakang Kontekstual
Peristiwa ini terjadi dalam kisah peperangan antara koalisi raja-raja Timur dengan koalisi raja-raja daerah Barat, termasuk raja Sodom dan Gomorah. Sidim adalah wilayah dataran rendah yang kaya akan sumber minyak, tetapi konteks geografi menunjukkan bahwa wilayah itu juga menjadi saksi kekacauan pasca-konflik. Pilihan melarikan diri ke gunung mengungkapkan sifat perwiraan perang pada zaman itu: pelarian ke tempat tinggi sebagai upaya melarikan diri dari kekalahan.
Observasi Interpretatif
Pemikiran Kunci
Rujukan Silang
Beberapa ayat yang relevan untuk memahami pola ini antara lain:
Pendekatan Praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekayaan maupun kekuasaan tidak menjamin aman dari konsekuensi konflik. Dalam hidup kita, respons yang bijak terhadap ancaman adalah menjaga integritas, mencari perlindungan dalam Tuhan, dan hidup dalam hikmat meski keadaan sulit. Ketika keadaan terasa seperti “dataran rendah” yang rentan, kita diajak menimbang jalan yang benar dan setia kepada Tuhan.
Catatan Perbandingan Pendapat
Dalam karya para komentator publik domain, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, intinya menyoroti dampak kehancuran terhadap kota-kota rendah dan respons manusia terhadap ancaman. Mereka menyoroti bahwa telaga minyak tanah menandai kemakmuran material yang rentan terhadap kejutan perang, serta pelarian ke bukit sebagai simbol mencari perlindungan. (Catatan singkat: kutipan langsung dari komentator tersedia jika diperlukan, tetapi tidak menyalin teks lengkap teks.)
Penutup Ringkas
Ayat ini mengajak pembaca melihat bagaimana kekayaan wilayah dan kekuasaan manusia bisa terancam dalam konflik, serta bagaimana respons iman dan ketabahan menuntun kita pada penempatan harapan yang benar di hadapan Allah.