Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiGalatia 6:9 Tafsiran ayat Alkitab
Galatia 6:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Janganlah kita jemu akan berbuat baik; karena kita akan menuai pada masanya, jikalau tiada kita letih.
Galatia 6:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Galatia 6:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 15:58 (IDN) »
Sebab itu, hai saudara-saudara yang kukasihi, hendaklah kamu tetap dengan tiada bergerak, dan senantiasalah berusaha di dalam pekerjaan Tuhan, karena kamu mengetahui, bahwa usahamu tiada sia-sia di dalam Tuhan.

Yesaya 40:30 (IDN) »
Bahwa orang muda boleh menjadi penat dan lemah dan orang terunapun boleh tergelincuh dan jatuh,

Galatia 6:9 (IDN) – "Janganlah kita jemu akan berbuat baik; karena kita akan menuai pada masanya, jikalau tiada kita letih."
Ayat ini ditempatkan pada bagian akhir surat kepada jemaat Galatia, saat Paulus mendorong hidup jemaat yang konsisten dalam perbuatan baik, terutama kepada sesama percaya. Konteksnya adalah saling menguatkan, menanggung beban satu sama lain, dan bekerja menurut roh, bukan menurut daging. Paulus menegaskan bahwa upaya kebaikan yang terus-menerus tidak akan hampa; buahnya akan datang pada waktunya bila tidak menyerah.
Makna inti
Inti ayat ini adalah ajakan untuk tetap setia dalam berbuat baik meskipun hasilnya kadang tidak langsung terlihat. Allah memperhatikan kerja-kerja hati yang lemah lembut dan tindakan yang konsisten. Kuncinya adalah kesabaran dan ketekunan dalam kasih, karena masa menuai datang pada waktunya menurut kehendak-Nya.
Unsur tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat hubungan: semua rujukan menekankan pentingnya ketekunan, iman, dan kepercayaan bahwa Allah mengatur waktunya untuk buah pekerjaan baik kita.
Gagasan praktis
Penggabungan wawasan klasik
Beberapa komentar klasik menyorot kejeniusan Paulus dalam menyalurkan dorongan rohani melalui kata “letih”/keletihan. Para komentator publik doman seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa perbuatan baik bukan sekadar tindakan sporadis, melainkan etos hidup yang ditopang oleh karya Roh Kudus. Henry menekankan bahwa keletihan tidak menghapus perbuatan benar, sebab buahnya akan muncul pada waktunya. Barnes mengajak pembaca melihat ketetapan Allah atas bekas kasih yang terus bekerja, meski sering tidak terlihat secara kasat mata. Clarke menambahkan bahwa dorongan ini menantang kita untuk tidak menyerah meski menghadapi gangguan maupun perlawanan dunia.
Amanat penutup
Ayat ini mengundang kita untuk menahan keletihan rohani dan terus menabur kebaikan. Allah menjamin masa panen bagi mereka yang tidak menyerah. Biarlah kita menjadi umat yang setia menabur kasih dalam komunitas kita, sambil mempercayai bahwa kebaikan kita memuliakan Tuhan dan membangun tubuh Kristus.
Catatan singkat tentang kutipan: tidak ada kutipan panjang langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini; beberapa ide umum berasal dari ringkasan wawasan mereka mengenai ketekunan berbuat baik dan harapan akan buah karya yang dijanjikan.