Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiGalatia 6:14 Tafsiran ayat Alkitab
Galatia 6:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi dijauhkanlah aku daripada bermegah-megah, kecuali dari hal salib Tuhan kita Yesus Kristus, maka oleh sebabnya juga dunia ini tersalib bagiku, dan aku pun tersalib bagi dunia.
Galatia 6:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Galatia 6:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 9:23 (IDN) »
Demikianlah firman Tuhan: Orang alim jangan bermegah-megah sebab ilmunya, dan orang kuatpun jangan bermegah-megah sebab kuatnya, dan orang kayapun jangan bermegah-megah sebab kekayaannya;

Roma 6:6 (IDN) »
sedang mengetahui hal ini: Bahwa tabiat kita yang lama sudah disalibkan serta-Nya, supaya diri dosa dilenyapkan, jangan kita diperhambakan lagi oleh dosa;

Galatia 2:20 (IDN) »
Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan diri-Nya karena aku.
Gambaran Umum Ayat Galatia 6:14 (Versi IDN)
Ayat ini menegaskan sikap rohani Rasul Paulus yang menempatkan salib Kristus sebagai pusat hidupnya. Ia menolak segala kebanggaan sendiri, serta mengenang bahwa dunia telah disalibkan terhadap dirinya dan ia terhadap dunia. Pesan pokoknya adalah identitas iman yang terletak pada karya Kristus, bukan pada prestasi manusia atau kebanggaan duniawi.
Ayat dalam konteks pasal
Galatia pasal 6 menekankan masalah hidup secara rohani sebagai komunitas percaya: menguji diri dalam hidup persekutuan, saling membentuk, dan memikul beban satu sama lain. Ayat 14 muncul sebagai deklarasi pribadi Paulus: penolakan terhadap segala jenis kebanggaan diri, dan penegasan pusat pengharapannya pada salib. Di tengah dakwaan adanya murid-murid yang menuntut penekanan pada hukum umat, Paulus menegaskan identitasnya dalam Kristus, bukan dalam tradisi atau prestasi manusia.
Pembelajaran utama ayat
Penafsiran berimbang dari para komentator PD lama
Para komentator gereja berpendapat bahwa ayat ini menuntun pembaca kembali kepada fokus surgawi: kebanggaan manusia sering kali menutupi anugerah Allah. Matthew Henry menekankan bahwa kebanggaan manusia dihapus oleh salib; Barnes menyoroti konsekuensi pembelahan dunia dan urusan hidup baru dalam Kristus; Clarke menambah gambaran praktis tentang bagaimana hidup duniawi dan hidup salib saling meniadakan satu sama lain. Kutipan singkat dari para komentator:
Hubungan dengan ayat-ayat lain
Beberapa rujukan silang relevan untuk memperdalam makna:
Aplikasi praktis bagi pembaca
Terapkan ayat ini dengan refleksi harian: apakah kebanggaan saya bersumber dari hal-hal duniawi (jabatan, kepemilikan, kecantikan, kemenangan)? Atau apakah fokus hidup adalah salib Kristus—penyaliban diri lama, pembaruan hidup, dan layanan kasih kepada sesama? Dalam komunitas iman, hadapi godaan untuk mengukur iman lewat standar manusia, dan kembalilah pada anugerah Allah yang disalibkan bagi kita.
Ringkasan
Galatia 6:14 mengajarkan bahwa identitas rohani berakar pada salib Kristus. Dunia dan manusia lama saling meniadakan—bagi Paulus, salib adalah pusat hidupnya, dan karenanya dunia tidak lagi memegang nilai tertinggi. Pesan itu menuntun kita untuk menilai hidup kita melalui kematian bagi diri sendiri dan penghidupan baru dalam Kristus.
Kaitkan dengan hidup kita
Renungkan: bagaimana perubahan nilai mempengaruhi cara kita bekerja, berelasi, dan melayani? Apakah kita berkomitmen menanggung beban sesama, sambil menjaga fokus pada karya salib yang memberi damai sejati?