Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Galatia 5:1 Galatia 5:2 Galatia 5:3 Galatia 5:4 Galatia 5:5 Galatia 5:6 Galatia 5:7 Galatia 5:8 Galatia 5:9 Galatia 5:10 Galatia 5:11 Galatia 5:12 Galatia 5:13 Galatia 5:14 Galatia 5:15 Galatia 5:16 Galatia 5:17 Galatia 5:18 Galatia 5:19 Galatia 5:20 Galatia 5:21 Galatia 5:22 Galatia 5:23 Galatia 5:24 Galatia 5:25 Galatia 5:26



Galatia 5:26 (IDN)
Janganlah kita memegahkan diri, sehingga kita menyakiti hati sama sendiri, dan berdengki-dengkian sama sendiri.
Setting segera ayat
Ayat ini merupakan bagian penutup dari larangan hidup dipimpin oleh keegoisan dan perselisihan dalam jemaat Galatia. Sebelumnya rasul Paulus menekankan hidup oleh Roh; buah Roh memproduksi karakter yang saling membangun. Ayat ini memperingatkan bahaya membanggakan diri yang mengakibatkan pelecehan dan persaingan yang merusak sesama anggota pada komunitas percaya.
Apa yang diungkap tentang Allah dan iman
Inti ajaran ini menegaskan bahwa kehidupan iman sejati mengarah pada saling menguatkan, bukan menambah luka sesama. Roh Kudus bekerja untuk membentuk kerendahan hati, kasih, kesabaran, dan damai. Ketika manusia menyombongkan diri atau bersaing secara tajam, tanda itu bertentangan dengan pekerjaan Roh yang mempersatukan jemaat dalam kasih Kristus.
Kosakata dan gambaran penting
Ayat-ayat terkait
Beberapa referensi sejalan membantu menafsirkan ayat ini:
Penjelasan singkat: makna “membanggakan diri” terkait dengan perilaku egois yang menimbulkan luka antar sesama, bertentangan dengan buah Roh yaitu kasih yang mempersatukan.
Cross-references dalam kaitannya
Aplikasi praktis untuk zaman sekarang
Gereja dan orang percaya dipanggil untuk menyelaraskan hidup dengan Roh, menghadirkan kerendahan hati, dan membina hubungan yang saling menghormati. Hindari sikap membanggakan diri yang menimbulkan luka batin sesama, serta jauhi perselisihan yang didorong oleh iri hati. Sebagai gantinya, praktikkan saling menguatkan, membangun damai, dan mengampuni demi penyatuan tubuh Kristus.
Intisari saran dari ahli berbahasa publik domain
Korolari dari tafsiran klasik menekankan bahwa sifat pembanggaan diri menggoyahkan persatuan jemaat dan mengalihkan fokus dari kasih Kristus. Ringkasnya: hidup dipimpin Roh menghasilkan karakter yang membangun; hidup dipandu ego mengundang perpecahan. Ringkasan ini selaras dengan pandangan para komentator abad lampau yang menyoroti bahaya kesombongan dalam komunitas percaya.