Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYakobus 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
Yakobus 3:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi jikalau ada kamu menaruh perasaan yang dengki sangat dan perbantahan di dalam hatimu, janganlah meninggikan diri dan janganlah mendusta dengan melawan yang benar.
Yakobus 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yakobus 3:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yakobus 3:16 (IDN) »
Karena barang di mana ada perasaan yang dengki dan perbantahan, di situlah huru-hara dan segala perbuatan yang jahat.

1 Korintus 13:4 (IDN) »
Adapun kasih itu panjang sabar dan penyayang; kasih itu tiada dengki; kasih itu tiada memegahkan dirinya, tiada sombong;

Filipi 2:3 (IDN) »
Satu pun jangan dilakukan dengan berlawan-lawanan atau dengan sombong, melainkan dengan rendah hati, masing-masing menyangkakan orang lain ada lebih daripada dirinya sendiri.
Yakobus 3:14 (IDN) - Menjaga Hati dari Iri dan Perbantahan
Dalam konteks surat Yakobus, pasal 3 memperingatkan tentang bahaya lidah yang tidak terkendali dan bagaimana sifat-sifat hati memetakan tindakan. Ayat 14 menyoroti dua hal yang sering berjalan beriringan: perasaan iri yang mendalam dan perbantahan di dalam hati. Penulis menasihati agar kita tidak meninggikan diri karena sifat-sifat itu, juga tidak mendusta dengan melawan kebenaran. Intinya, bibir kita menunjukkan keadaan batin; jika batin dipenuhi iri dan persekongkolan untuk saling melawan, maka tindakan dan ajaran kita tidak sejalan dengan jalan Kristus.
Inti makna ayat
Ayat ini menyoroti bahaya dua sumber kejahatan: iri hati yang membentuk sikap batin dan perpecahan di antara sesama yang lahir dari hati yang tidak tulus. Yakobus menandaskan bahwa kedangkalan iman dapat terungkap melalui konflik batin yang memengaruhi tindakan nyata. Hidup percaya yang matang menolak dorongan untuk membanggakan diri atau menipu diri sendiri dengan mengaitkan kebenaran dengan kepentingan pribadi yang jahat.
Tema utama
Ayat-ayat terkait
• Yakobus 3:13 menekankan hikmat yang berasal dari kasih, bukan dari sifat-sifat dunia. “Siapakah di antara kamu yang bijak dan berpengertian? Hendaklah ia menunjukkan perilaku yang baik dari buah pekerjaan yang lemah lembut dari hikmat yang Diam-diam.”
• Ibrani 1:9 menggambarkan sifat Kerajaan Allah yang berkenan pada kemurnian kasih, tanpa iri dengki. “Engkau telah mencintai keadilan dan membenci kefasikan.”
• Matius 12:34-35 menunjukkan bahwa bibir mencerminkan isi hati; lidah yang baik berasal dari hati yang telah diubahkan oleh kasih Allah.
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons perasaan iri dan dorongan untuk berkonflik dengan sesama? Pertama, akui perasaan itu di hadapan Allah dalam doa, minta pemurnian hati. Kedua, pilihan tindakan: letakkan kepentingan diri dan reputasi di bawah kehendak Tuhan. Ketika kita berkomunitas sebagai umat percaya, keharmonisan dan kerendahan hati menjadi penyangga terhadap perselisihan yang tidak perlu. Kebenaran yang kita pegang harus menuntun perilaku, bukan menipu diri sendiri agar kelihatan benar sambil membenarkan tindakan yang merusak hubungan.
Penutupan singkat
Ayah buah persatuan iman adalah kasih yang menuntun lidah dan hati. Ayat ini mengajak kita menilai motif batin, menjauhi iri dan perbantahan, serta hidup selaras dengan ajaran yang benar. Hati yang rendah hati, berbuah damai, menunjukkan iman yang matang dan hidup yang menyatakan kasih Kristus kepada sesama.
Catatan singkat tentang sumber pola gereja kuno
Setelah mempertimbangkan komentar para pakar publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, penekanan utama adalah bahwa iri hati dan perbantahan merupakan tanda iman yang tidak dewasa. Mereka menekankan bahwa hidup dalam kebenaran sejati menuntut integritas batin, lidah yang membangun, dan kerendahan hati sebagai ciri umat percaya. Sementara kutipan langsung singkat dari mereka bisa ditemukan dalam catatan teks, inti pandangan mereka adalah konsisten dengan penekanan Yakobus: iman yang bekerja melalui kasih mengalahkan perpecahan batin.
Kutipan-singkat (vida singkat) dari tokoh-tokoh lama: Matthew Henry menegaskan bahwa lidah mencerminkan keadaan hati; Albert Barnes menyoroti bahwa kebahagiaan palsu tidak menumpuk jika tidak disertai kebenaran; Adam Clarke menekankan bahwa perasaan iri menuntun kepada perpecahan jika tidak diubahkan oleh kasih Kristus.