Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yehezkiel 1 Yehezkiel 2 Yehezkiel 3 Yehezkiel 4 Yehezkiel 5 Yehezkiel 6 Yehezkiel 7 Yehezkiel 8 Yehezkiel 9 Yehezkiel 10 Yehezkiel 11 Yehezkiel 12 Yehezkiel 13 Yehezkiel 14 Yehezkiel 15 Yehezkiel 16 Yehezkiel 17 Yehezkiel 18 Yehezkiel 19 Yehezkiel 20 Yehezkiel 21 Yehezkiel 22 Yehezkiel 23 Yehezkiel 24 Yehezkiel 25 Yehezkiel 26 Yehezkiel 27 Yehezkiel 28 Yehezkiel 29 Yehezkiel 30 Yehezkiel 31 Yehezkiel 32 Yehezkiel 33 Yehezkiel 34 Yehezkiel 35 Yehezkiel 36 Yehezkiel 37 Yehezkiel 38 Yehezkiel 39 Yehezkiel 40 Yehezkiel 41 Yehezkiel 42 Yehezkiel 43 Yehezkiel 44 Yehezkiel 45 Yehezkiel 46 Yehezkiel 47 Yehezkiel 48Verse
Yehezkiel 46:1 Yehezkiel 46:2 Yehezkiel 46:3 Yehezkiel 46:4 Yehezkiel 46:5 Yehezkiel 46:6 Yehezkiel 46:7 Yehezkiel 46:8 Yehezkiel 46:9 Yehezkiel 46:10 Yehezkiel 46:11 Yehezkiel 46:12 Yehezkiel 46:13 Yehezkiel 46:14 Yehezkiel 46:15 Yehezkiel 46:16 Yehezkiel 46:17 Yehezkiel 46:18 Yehezkiel 46:19 Yehezkiel 46:20 Yehezkiel 46:21 Yehezkiel 46:22 Yehezkiel 46:23 Yehezkiel 46:24



Setting kontekstual Yehezkiel 46:13
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa Allah menerima korban bakaran yang sempurna sebagai cara sah untuk mengakui ketuhanan-Nya, memelihara hubungan perjanjian, dan memurnikan umat dari kekotoran. Perintah untuk menghadirkan seekor anak domba setahun yang tidak bernoda menekankan kesempurnaan dan ketaatan sebagai syarat ibadah. Iman di sini tidak hanya berupa niat hati, melainkan tindakan nyata yang teratur setiap pagi.
Kosakata penting dan gambaran simbolik
Renungan lintas rujukan
Beberapa perikop terkait memberi gambaran yang konsisten tentang makna korban dan ketelitian bait suci:
Singkatnya, ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang berkenan kepada Tuhan adalah ibadah yang teratur, penuh integritas, dan diarahkan pada pemuliaan-Nya melalui persembahan yang suci.
Makna bagi iman masa kini
Untuk orang percaya abad kini, ayat ini mengingatkan kita bahwa kedalaman iman tidak hanya dinilai dari niat hati, tetapi juga tindakan ibadah yang teratur dan hidup yang tidak bercela di hadapan Tuhan. Disiplin rohani—konsistensi doa, pembacaan firman, dan sikap hidup yang benar—merupakan bagian penting pengungkapan kasih kita kepada Allah dan pelayanan kita kepada sesama.
Berlangsung dalam konteks beribadah hari ini
Praktik pagi dalam perjanjian kuno menunjuk pada kebiasaan memulai hari dengan menyerahkan hidup kepada Tuhan. Dalam praktik gereja sekarang, prinsip ini terwujud melalui doa pagi, penyembahan keluarga, dan pemeliharaan integritas moral di pekerjaan maupun komunitas. Inti pesan: kemurnian hati dan ketaatan yang berkelanjutan.
Penafsiran singkat dari tokoh-tokoh teolog publik domain
Beberapa komentar klasik menekankan bahwa unsur “setahun” dan “tiada celanya” menonjolkan kesempurnaan figur korban sebagai bayangan Kristus yang lalu datang sebagai Bakal Imam dan Korban yang sempurna. Mereka menekankan pentingnya ketaatan umat dalam mewujudkan hubungan dengan Allah melalui ritual yang suci.
Quotations (ringkas) dari tokoh teologi publik domain yang relevan:
Penguatan melalui penasehat penafsir klasik
Penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ritual bakaran mencerminkan ketaatan umat dan kesetiaan pada hukum TA. Mereka menyoroti bahwa kesempurnaan korban menunjukkan keselamatan yang hanya mungkin melalui kesetiaan Allah terhadap janji-Nya dan respons umat dalam ketaatan.
Akhirnya: aplikasi praktis
Renungkan: bagaimana kita mempersembahkan hidup hari ini dengan keteladanan? Mulailah hari dengan doa dan alkitab, pertahankan integritas pekerjaan, dan jauhi kompromi yang mencemarkan iman. Ibadah pagi menjadi simbol penyerahan sepenuhnya kepada Tuhan setiap hari.