Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yehezkiel 1 Yehezkiel 2 Yehezkiel 3 Yehezkiel 4 Yehezkiel 5 Yehezkiel 6 Yehezkiel 7 Yehezkiel 8 Yehezkiel 9 Yehezkiel 10 Yehezkiel 11 Yehezkiel 12 Yehezkiel 13 Yehezkiel 14 Yehezkiel 15 Yehezkiel 16 Yehezkiel 17 Yehezkiel 18 Yehezkiel 19 Yehezkiel 20 Yehezkiel 21 Yehezkiel 22 Yehezkiel 23 Yehezkiel 24 Yehezkiel 25 Yehezkiel 26 Yehezkiel 27 Yehezkiel 28 Yehezkiel 29 Yehezkiel 30 Yehezkiel 31 Yehezkiel 32 Yehezkiel 33 Yehezkiel 34 Yehezkiel 35 Yehezkiel 36 Yehezkiel 37 Yehezkiel 38 Yehezkiel 39 Yehezkiel 40 Yehezkiel 41 Yehezkiel 42 Yehezkiel 43 Yehezkiel 44 Yehezkiel 45 Yehezkiel 46 Yehezkiel 47 Yehezkiel 48



Yehezkiel 2:7 (IDN)
Setting segera: Dalam bagian awal Yehekel, Tuhan memanggil nabi-Nya untuk menjadi pewarta firman di antara umat yang keras hati. Yehekel 2–3 menggambarkan tugas berat yang menanti: memperkatakan firman Allah, terlepas dari bagaimana umat merespons. Ayat 2:7 menegaskan misi itu secara tegas: menyampaikan firman-Ku kepada mereka, tanpa tergantung pada sikap mereka terhadap pendengarannya. Mereka dipanggil untuk berbicara dengan mandat ilahi, bukan untuk menilai peluang penerimaan manusia.
Apa yang dimaksud teks tentang Allah dan iman
Teks ini menekankan kewajiban nabi untuk setia mengabarkan firman Tuhan. Respons manusia bukanlah ukuran keabsahan atau keberhasilan pemberitaan. Allah menghargai ketaatan nabi lebih daripada respons audien, karena firman-Nya adalah alat-Nya untuk membentuk hati dan mengungkap kehendak-Nya. Dalam konteks Yehekel, Allah menegaskan bahwa Yohanes bukan pendengar firman karena popularitas atau persetujuan manusia, melainkan karena ketaatan yang tetap pada utusan-Nya.
Penjelasan kata dan gambar penting
Cross-references dan keterkaitannya
Rangkaian pengajaran dari para penafsir terdahulu (ringkas)
Para penafsir PD (Matt Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) menekankan ketaatan kepada perintah Allah sebagai hal utama, bukan respons pendengar. Mereka menyoroti bahwa tugas nabi adalah menyiarkan firman dengan kejernihan, kebersihan motif, dan ketundukan total kepada Allah. Mereka juga mengingatkan bahwa respons manusia bisa berubah-ubah, tetapi kebenaran firman tetap abadi. Catatan singkat: Henry menekankan kesetiaan pada pesan mesianik; Barnes menekankan kehendak Allah yang berdaulat di balik penolakan umat; Clarke menyoroti perlunya nabi tetap tegar meski menghadapi bantahan.
Aplikasi bagi umat percaya hari ini
Pengajaran ini mengingatkan kita bahwa iman pribadi tidak bergantung pada penerimaan orang lain. Allah memanggil kita untuk berbicara dan hidup sesuai firman-Nya dengan integritas—tanpa manipulasi persetujuan manusia. Dalam konteks gereja, kita dipanggil untuk menyalurkan firman Allah secara jujur, sambil tetap berdoa bagi hati yang terbuka. Ketika menghadapi penolakan atau bantahan, kita tetap setia pada pesan Kristus, mengetahui firman-Nya membawa hidup dan perubahan oleh Roh Kudus.
Inti peringatan dan dorongan
Firman Tuhan tidak kehilangan kuasanya karena reaksi manusia. Ketaatan pada perintah Tuhan adalah inti panggilan beriman: sampaikan firman-Nya dengan kasih, biarkan Roh bekerja, dan biarkan Allah menentukan hasil akhirnya.