Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 5:1 Keluaran 5:2 Keluaran 5:3 Keluaran 5:4 Keluaran 5:5 Keluaran 5:6 Keluaran 5:7 Keluaran 5:8 Keluaran 5:9 Keluaran 5:10 Keluaran 5:11 Keluaran 5:12 Keluaran 5:13 Keluaran 5:14 Keluaran 5:15 Keluaran 5:16 Keluaran 5:17 Keluaran 5:18 Keluaran 5:19 Keluaran 5:20 Keluaran 5:21 Keluaran 5:22 Keluaran 5:23



Keluaran 5:3 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Tata Letak Segera dari Teks
Musa dan Harun mendatangi Firaun untuk menyampaikan perintah Allah: orang Ibrani telah bertemu dengan Allah mereka, dan karena itu mereka meminta perjalanan tiga hari ke padang gurun untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, agar bala tidak datang ke atas bangsa itu.
Yang Dapat Ditegaskan tentang Allah dan Iman dari Teks Ini
Ayat ini menegaskan hubungan antara umat Allah dengan Dia sebagai Pemberi Perintah dan Pelindung. Allah tidak sekadar berurusan dengan umat-Nya secara teoretis; Dia mengatur tata cara ibadah dan perjalanan ke hadirat-Nya. Permintaan Musa dan Harun menunjukkan keyakinan bahwa penyembahan asli diperlukan sebagai respons terhadap perjumpaan dengan Allah, dan bahwa taat umat-Nya berfungsi sebagai perlindungan dari murka-Nya yang adil terhadap penindasan Mesir.
Istilah dan Gambaran utama
Hubungan dengan Bagian terkait (Cross-references)
Beberapa bagian lain dalam Kitab Keluar dan Pentateukh memberikan konteks serupa:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini menegaskan prinsip bahwa ketaatan kepada perintah Allah—terutama terkait ibadah dan perjumpaan dengan-Nya—bergelar perlindungan bagi umat-Nya dari murka yang adil, serta meneguhkan tujuan penyelamatan-Nya.
Aplikasi Masa Kini
Dalam kehidupan Kristen masa kini, pesan ini mengajak iman untuk menimbang prioritas ibadah dan ketaatan terhadap perintah Allah. Ketika umat menimbang beban hidup dan penindasan, kita diajak untuk merujuk pada hubungan pribadi dengan Allah, beribadah dengan sungguh-sungguh, dan mempercayai bahwa Allahlah yang menuntun langkah-langkah kita. Bila menghadapi tekanan atau ancaman, kita tidak mengandalkan kekuatan manusia semata, melainkan meminta perlindungan dan arah dari Allah yang telah berjanji menyertai umat-Nya.
Inti Penyeimbang dari Tokoh-Tokoh Terdengar
Merunut pandangan para penafsir publik-domain, inti sikap yang mereka tekankan adalah: ketaatan kepada Allah sebagai kunci perlindungan; ibadah sebagai respons utama terhadap perjumpaan dengan Tuhan; dan kepercayaan bahwa Allah bekerja melalui tindakan manusia yang taat untuk membawa keluar umat-Nya dari penindasan menuju pembebasan.
Quotations by earlier commentators (singkat, bila ada): Matthew Henry menekankan bahwa persetujuan untuk ibadah adalah syarat perlindungan, sedangkan Albert Barnes dan Adam Clarke menyoroti kebutuhan kerjasama antara panggilan ilahi dengan respon manusia melalui ketaatan dan doa.