Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 40:1 Keluaran 40:2 Keluaran 40:3 Keluaran 40:4 Keluaran 40:5 Keluaran 40:6 Keluaran 40:7 Keluaran 40:8 Keluaran 40:9 Keluaran 40:10 Keluaran 40:11 Keluaran 40:12 Keluaran 40:13 Keluaran 40:14 Keluaran 40:15 Keluaran 40:16 Keluaran 40:17 Keluaran 40:18 Keluaran 40:19 Keluaran 40:20 Keluaran 40:21 Keluaran 40:22 Keluaran 40:23 Keluaran 40:24 Keluaran 40:25 Keluaran 40:26 Keluaran 40:27 Keluaran 40:28 Keluaran 40:29 Keluaran 40:30 Keluaran 40:31 Keluaran 40:32 Keluaran 40:33 Keluaran 40:34 Keluaran 40:35 Keluaran 40:36 Keluaran 40:37 Keluaran 40:38



Keluaran 40:17 (IDN) - Latar dan Makna
Ayat ini menandai penyelesaian perumahan umat Israel, yakni pendirian kemah suci pada bulan pertama tahun kedua setelah keluarnya mereka dari Mesir. Setelah petunjuk rinci mengenai ukuran, peralatan, dan tata letak kemah, bangsa Israel meneguhkan bahwa kemah itu telah didirikan secara berkelanjutan sesuai perintah Allah. Pada saat itu, ditekankan bahwa pekerjaan persiapan ibadah di antara umat Israel telah mencapai tahapan akhirnya, sehingga imam-imam dapat melayani di hadapan Tuhan di kemah suci.
Inti makna ayat
Ayat ini menegaskan ketaatan umat Israel terhadap tata ibadah yang ditetapkan Tuhan dan kepatuhan waktu dalam memulai pelayanan di kemah. Ini bukan sekadar peristiwa teknis, melainkan pemenuhan perjanjian: Allah berdiam di tengah umat-Nya dalam kemah suci, dan umat dipanggil untuk menghampiri-Nya dengan cara yang telah ditetapkan-Nya.
Tema-tema utama
Cross-references (hubungan teks)
Perenungan praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana kita menyusun ibadah pribadi dan jemaat sesuai dengan petunjuk ilahi. Ketertiban, kesetiaan, dan kesiapan hati untuk menghormati hadirnya Allah menjadi kunci agar ibadah tidak sekadar formalitas, melainkan pertemuan yang hidup dengan-Nya.
Ringkasan singkat
Ketika kemah sembahyang didirikan pada bulan pertama tahun kedua, umat Israel telah memasuki fase layanan ibadah yang teratur di hadapan Allah. Peristiwa ini menandai dimulainya identitas liturgis komunitas Israel sebagai umat yang dilayani dan menyembah Allah yang diam di antara mereka.
Catatan para komentator klasik (kutipan singkat)
Beberapa catatan teolog klasik membantu menyoroti arti ibadah sebagai perjumpaan dengan kehadiran Allah. Seperti Matthew Henry menekankan bahwa tindakan pembangunan kemah adalah respons iman terhadap perintah Allah; Albert Barnes menyoroti pentingnya pemeliharaan ritus ibadah sesuai tata cara ilahi; Adam Clarke menekankan bahwa kemah adalah simbol kediaman Allah di antara umat-Nya, bukan sekadar struktur fisik. Kutipan singkat: “...the tabernacle, as erected, was the dwelling-place of God among his people.”