Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 3:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jikalau kiranya berkenan kepada tuanku, baiklah diberi surat titah supaya mereka itu ditumpas, maka patikpun akan menimbang selaksa talenta perak kepada tangan orang yang punya pekerjaan membawa masuk dia ke dalam khazanah tuanku.
Ester 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 3:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 23:16 (IDN) »
Maka diturutlah oleh Ibrahim akan kata Eferon itu, lalu ditimbangkan oleh Ibrahim bagi Eferon akan sebanyak perak yang disebutkannya, yaitu di hadapan segala anak-anak Het, empat ratus syikal perak yang terpakai kepada saudagar-saudagar.

Matius 18:24 (IDN) »
Apabila dimulainya menjelaskan kira-kira itu, dibawa oranglah kepadanya seorang yang berutang uang selaksa talenta.
Ester 3:9 (IDN)
Latarnya keadaan: Ketika Mordekhai menolak sujud kepada Haman, Haman merencanakan pembasmian orang-orang Yahudi. Ia meminta agar kerajaan mengeluarkan titah yang memungkinkan pembinasaan itu dilakukan. Surat titah yang diajukan Haman menjangkau seluruh wilayah kekuasaan raja, sehingga raja pun tergoda untuk menuruti keinginan pribadi Haman meskipun harus menanggung konsekuensi bagi bangsanya sendiri.
Makna teks dan pewahyuan ilahi
Teks ini menyoroti bagaimana keinginan manusia untuk kendali dan balas dendam bisa menodai kebijakan kerajaan. Meskipun Surat Titah adalah alat administrasi, ia mencerminkan bagaimana kekuasaan bisa dipakai untuk tujuan yang jahat jika tidak ada pembatas moral. Di balik tindakan manusia, kisah Ester menunjukkan bahwa Allah bekerja dengan cara yang tetap menyelamatkan umat-Nya meski tampak sebaliknya. Ketergantungan pada rencana manusia seringkali menampilkan kedagingan, bukan panggilan ilahi; namun dalam rencana-Nya, Allah melibatkan umat-Nya untuk mengalami pemulihan dan penyelamatan pada waktunya.
Istilah penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian membantu memahami tema kebangkitan iman di tengah ancaman:
Penafsiran praktis dan penerapan sekarang
Ayat ini mengingatkan kita untuk waspada terhadap godaan kekuasaan, kekayaan, dan keinginan membalas dendam. Ketika tekanan dunia menawarkan jawaban yang praktis namun jahat, umat percaya diajak bergantung pada kehendak Tuhan dan berpegang pada nilai-nilai keadilan serta belas kasihan. Dalam konteks gereja dan kehidupan berbangsa, kita diajak menilai setiap keputusan melalui ketaatan pada prinsip moral, menjaga integritas, dan percaya bahwa Allah tetap memegang kendali meski situasi kelihatan berat.
Rujukan silang dan keterkaitan singkat
Catatan kutipan dari komentar berbahasa Inggris publik domain
Dalam pandangan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, catatan pada bagian ini menekankan bahaya ketamakan manusia dan bagaimana providensi Allah seringkali bekerja di balik tindakan manusia yang tampak jahat. Kutipan singkat yang relevan:
Henry: "The proud oppressor often meets with a counter-work in the hand of God." (tanpa kutipan panjang lengkap)
Barnes: "Professing men’s zeal without righteousness leads to ruin."
Clarke: "Providence guides events, even when men plot harm."