Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEfesus 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
Efesus 3:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka itulah sebabnya aku bertelut sambil memohonkan kepada Bapa itu,
Efesus 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Efesus 3:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 95:6 (IDN) »
Marilah kita menyembah sujud serta bertelut di hadapan Tuhan, yang telah menjadikan kita.

Efesus 1:16 (IDN) »
tiada berhenti daripada mengucapkan syukur karena kamu, sambil menyebut kamu di dalam doaku,

Kisah Para Rasul 21:5 (IDN) »
Setelah genap hari kami tinggal di situ, maka kami pun keluarlah melangsungkan pelayaran kami; maka sekaliannya dengan anak bininya mengantar kami sampai ke luar negeri, lalu bertelutlah kami berdoa di pantai.
Mengapa Efesus 3:14 penting
Ayat ini menyorot kedalaman doa Rasul Paulus bagi jemaat di Efesus. Ia tidak sekadar berdoa untuk kebutuhan pribadi, melainkan secara khusus menundukkan diri di hadapan Bapa, guna mendapatkan kuasa dan hikmat Allah untuk pekerjaan Allah dalam tubuh Kristus. Ayat ini memperlihatkan pola doa yang menyatukan kerendahan hati, pengakuan ketergantungan pada Allah, serta fokus pada pekerjaan ilahi melalui jemaat-Nya.
Keadaan asal konteksnya
Pada Efesus 3, Paulus berbicara tentang injil yang telah dikeluarkan bagi bangsa-bangsa non-Yahudi dan bagaimana Allah telah menggabungkan semua orang dalam satu tubuh yaitu gereja. Setelah menegaskan rahasia Kristus yang sekarang dinyatakan, ia beralih ke doa pribadi sebagai pengantar bagi pembacanya untuk memahami kedalaman kasih, kuasa, dan tujuan Tuhan. Ayat 14 menandai posisi rohani Paulus: ia berlutut sebagai tanda hormat, kerendahan hati, dan ketergantungan mutlak kepada Bapa surgawi.
Makna utama ayat
Paulus menunjukkan bahwa semua keperluan rohani jemaat—termasuk harapan, kekuatan, dan iman yang teguh—berasal dari Bapa yang berdaulat. Doa berawal dari pengakuan bahwa sumber segala berkat adalah Allah, dan sebagai manusia percaya, kita dipanggil untuk merendahkan diri dalam doa bagi pekerjaan-Nya yang besar di dunia. Berlutut di hadapan Bapa menegaskan hubungan pribadi antara umat percaya dan Sang Pencipta.
Pemikiran kunci yang didukung tema Alkitabiah
Beberapa ayat silang yang relevan
Setiap referensi di bawah ini membantu memahami tema kerendahan hati, doa bagi gereja, dan akses umat percaya kepada Bapa melalui Kristus.
Gaya para komentator terdahulu yang relevan
Para komentator PA (public domain) seperti Matthew Henry dan Adam Clarke menekankan bahwa doa Paulus bukan hanya untuk kebutuhan pribadi, melainkan untuk memperkuat otoritas gereja dalam misi, dan bahwa kerendahan hati membuka pintu bagi kuasa Allah bekerja secara lebih nyata. Mereka menyoroti bahwa berlutut adalah simbol rendah hati dan pengakuan bahwa sumber kekuatan iman adalah Allah sendiri. Kutipan ringkas dari para komentator ini menekankan keintiman hubungan doa dengan tujuan keselamatan dan pemuliaan Allah.
Refleksi devosional singkat
Ketika kita menelaah kata “berlutut” dalam konteks doa, kita diingatkan bahwa iman yang hidup lahir dari kerendahan hati di hadapan Bapa. Doa kita bukan sekadar permintaan, melainkan persekutuan dengan Allah yang membentuk kita untuk turut ambil bagian dalam pekerjaan-Nya di dunia. Marilah kita memulai hari dengan sikap tergantung penuh pada-Nya, berharap kuasa-Nya bekerja melalui kita untuk menumbuhkan gereja dan menyinari dunia dengan kasih Kristus.
Kaitan praktis untuk hidup gereja
Efesus 3:14 mengundang jemaat untuk: - memelihara kerendahan hati dalam doa bersama komunitas; - berdoa bagi pemahaman yang lebih dalam tentang kasih Kristus yang melampaui ukuran, agar gereja berjalan dalam iman dan pengharapan; - mempercayai Bapa sebagai sumber segala kekuatan untuk misi dunia.
Ayat ini menegaskan bahwa doa adalah pusat hubungan dengan Allah dan alat utama untuk melahirkan gereja yang kuat—berpaut pada kasih, kuasa, dan tujuan-Nya yang mulia.