Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEfesus 2:20 Tafsiran ayat Alkitab
Efesus 2:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dibangunkan di atas alas segala rasul dan nabi-nabi, maka batu penjurunya itulah Kristus Yesus sendiri.
Efesus 2:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Efesus 2:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Petrus 2:4 (IDN) »
maka Ialah kamu hampiri, yaitu batu yang hidup, sungguhpun dibuang oleh manusia, tetapi pada pemandangan Allah terpilih, lagi indah,

1 Petrus 2:7 (IDN) »
Sebab itu kepada kamu yang percaya menjadi suatu keindahan, tetapi kepada orang yang tiada percaya: Maka batu yang dibuang tukang-tukang itu, itulah juga sudah menjadi batu penjuru;

Matius 16:18 (IDN) »
Maka Aku pun berkata kepadamu, bahwa engkau inilah Petrus, dan di atas batu ini Aku akan membangunkan sidang-Ku; dan segala pintu alam maut pun tiada akan dapat mengalahkan dia.
Efesus 2:20—Batu Penjuru, Kristus Sendiri
Inti interpretatif ayat ini menegaskan bahwa orang percaya dibangun di atas fondasi para rasul dan nabi, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Artinya, gereja hidup dalam struktur yang didirikan atas ajaran para rasul dan para saksi awal, namun pusat dan arah seluruh bangunan adalah Kristus sendiri. Tanpa Kristus sebagai penjuru, bangunan iman kehilangan kestabilan dan tujuan.
1) konteks sastra dan konteks teologis
Ayat ini mengikuti penekanan Paulus bahwa orang-orang non-Yahudi telah diangkat menjadi bagian dari tubuh Kristus melalui iman, bukan karena hukum, sehingga gereja menjadi komunitas yang berisi “satu tubuh” dengan satu sumber otoritas. Fungsi batu penjuru menunjukkan bagaimana kesatuan dan arah teologis dijaga: semua bagian mengandalkan Kristus sebagai pusat ajaran, yang mematahkan pemisahan lama antara Yahudi dan non-Yahudi.
2) signifikansi teologi
Beberapa tokoh penafsir (mis. Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) menekankan bahwa “fondasi para rasul dan nabi” menandai pewahyuan keselamatan yang telah diwahyukan secara bertahap hingga kedatangan Kristus. Kristus sebagai batu penjuru menegaskan bahwa iman Kristen tidak berdiri atas tradisi manusia semata, melainkan atas realitas hidup yang dinyatakan melalui karya Kristus dan ajaran para saksi pertama. Ini menjelaskan kenapa pemberitaaninjil pertama—para rasul dan nabi—membangun gereja dengan Kristus sebagai arah utama.
3) hubungan alkitabiah lintas perikop
4) pertanyaan untuk renungan
5) kesimpulan singkat
Efesus 2:20 menegaskan bahwa umat percaya dibangun di atas fondasi pewahyuan para rasul dan nabi, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Struktur rohani ini menjaga kesatuan iman, mengarahkan hidup jemaat pada Kristus, dan menghubungkan kita dengan tujuan keselamatan yang telah dinyatakan Allah sejak dulu.
Referensi silang singkat
Beberapa rujukan yang relevan: Roma 9:33; 1 Korintus 3:11; 1 Petrus 2:6. Masing-masing memperkuat gambaran bahwa Kristus adalah pusat keselamatan dan pouk arah bagi jemaat, serta bahwa pewahyuan para rasul dan nabi tetap menjadi landasan kehidupan iman hingga masa kini.
Quotations from patristic commentators: Tidak ada kutipan eksplisit dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Namun, prinsip umum yang disampaikan selaras dengan pandangan mereka tentang Kristus sebagai batu penjuru dan asas pewahyuan para rasul serta nabi yang membentuk fondasi gereja.