Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiPengkhotbah 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
Pengkhotbah 4:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa kesenangan segenggam itu terutama dari pada kedua belah genggam penuh dengan kesusahan dan sakit hati.
Pengkhotbah 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Pengkhotbah 4:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 16:8 (IDN) »
Perolehan sedikit tetapi dengan kebenaran itu terlebih baik dari pada banyak hasil yang dengan tiada patut.

Amsal 15:16 (IDN) »
Sedikit harta yang disertakan takut akan Tuhan itu terlebih baik dari pada mata benda yang besar di sertakan percintaan.

Mazmur 37:16 (IDN) »
Adapun sedikit yang pada orang benar itu terlebih baik dari pada kelimpahan banyak orang jahat.
Pengkhotbah 4:6 (IDN) – Pengantar Segenggam Kesenangan versus Dua Belah Tangan Penuh Susah
Ayat ini berada dalam rangkaian Pengkhotbah yang menyoroti paradoks kehidupan: upaya mengejar kelimpahan duniawi sering berakhir dengan ketidakpuasan. Penulis menawar pilihan antara kesenangan yang relatif sederhana dengan beban kerja dan perselisihan yang mengiurkan dua tangan penuh pekerjaan serta hati yang terluka karena iri dan persaingan.
Apa yang diungkap firman Tuhan tentang Allah dan iman
Firman ini menekankan bahwa kepuasan sejati tidak dicapai melalui usaha berlebih yang menimbulkan sakit hati. Allah menguji prioritaska manusia: apakah kita memilih kesenangan yang terkadang dangkal atau memilih hidup yang tenang meski penuh pekerjaan. Dalam kebijaksanaan-Nya, Tuhan mengarahkan umat-Nya kepada kemerdekaan batin: menikmati buah dari usaha dengan moderasi, menghindari kecanduan akan keberhasilan materi, dan mempercayai pemeliharaan-Nya di tengah keadaan yang tidak sempurna.
Penjelasan kata dan gambaran kunci
Kata "kesenangan segenggam" menggambarkan kepuasan sederhana yang bisa didapat dengan relatif sedikit usaha, namun disampaikan sebagai sesuatu yang lebih winah daripada dua genggam penuh dengan masalah. Frasa ini menantang manusia untuk menimbang nilai kepuasan jangka pendek terhadap beban etika dan emosional dari persaingan, iri hati, dan kepikunan akan status. Gambaran “dua genggam penuh dengan kesusahan dan sakit hati” mengilustrasikan harga psikologis dari ambisi tak terkendali: tekanan, konflik, dan kekecewaan batin yang menguasai hidup.
Hubungan dengan bagian lain alkitab
Beberapa bagian lain menguatkan tema ini:
Cross-reference ini menegaskan pola pikir bijaksana: kepuasan sejati datang dari hubungan dengan Allah dan kedamaian batin, bukan dari akumulasi materi semata.
Rangkaian pandangan tokoh-tokoh pembaca lama (ringkas)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa hidup yang terlalu fokus pada kesenangan duniawi berujung pada rasa tidak puas dan gesekan batin. Mereka menyarankan sikap moderat, syukur, dan ketetapan pada tujuan kekal sebagai cara melindungi jiwa dari keletihan yang diakibatkan persaingan dan ambisi.
Aplikasi praktis untuk zaman kini
Pengamatan penutup
Ayah Kebijaksanaan Pengkhotbah mengajak kita melihat bahwa kesenangan yang terlalu gampang bisa mengandung bahaya: sekadar segenggam bisa menjadi pintu bagi kesusahan yang lebih besar bila dicari tanpa kebijakan. Hidup yang bermakna adalah hidup yang menggabungkan kerja, syukur, dan iman kepada Allah yang memelihara.
Quotation note: Tidak ada kutipan langsung penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Namun, prinsip umum mereka tentang keseimbangan hidup dan bahaya keserakahan material tercermin dalam rangkuman di atas.