Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiPengkhotbah 4:13 Tafsiran ayat Alkitab
Pengkhotbah 4:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Seorang orang muda yang alim, jikalau ia miskin sekalipun, ia itu baik dari pada seorang raja yang tua serta dengan bodohnya yang tiada ternasehatkan lagi,
Pengkhotbah 4:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Pengkhotbah 4:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tawarikh 25:16 (IDN) »
Tetapi sementara lagi orang itu berkata kepadanya, maka titah baginda: Sudahkah engkau diangkat orang akan pembicara raja? tahanilah akan dirimu; apakah gunanya engkau dibunuh orang kelak? Maka nabi itu lalu menahani akan dirinya, tetapi katanya juga: Sekarang kuketahui bahwa dengan takdir Allah juga hendak membinasakan dikau, tegal perbuatanmu demikian ini dan engganlah engkau mendengar akan bicaraku.

Amsal 28:15 (IDN) »
Seperti singa mengaum, dan seperti beruang berpusing-pusing, demikianlah peri kelakuan seorang penghulu yang jahat atas orang-orang miskin.

Amsal 19:1 (IDN) »
Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bercabang lidah, jikalau kaya sekalipun.
Pengkhotbah 4:13 (IDN) — Latar, Makna, dan Penerapan
Setting segera teks
Ayat ini muncul dalam bagian Pengkhotbah yang membahas ketidakadilan dunia, perlumbaan kekuasaan, dan nilai kebijaksanaan. Penulis mengamati bagaimana seorang pemuda alim bisa menjadi lebih bernilai daripada seorang raja tua yang bodoh jika sang raja tidak lagi mampu memberi nasihat. Intinya menegaskan bahwa kualitas karakter dan kebijaksanaan lebih berharga daripada status sosial maupun kekayaan lama.
Apa yang diungkap teks tentang Allah, iman, dan hidup beriman
Pesan ini menuntun pembaca untuk menilai nilai sebenarnya di hadapan Tuhan: bukan umur maupun kedudukan yang menjamin kebijaksanaan, melainkan integritas hati dan ketajaman moral. Allah menghargai hikmat yang lahir dari takut akan Tuhan, bahkan jika sumbernya adalah orang muda yang tekun dan saleh. Bagi iman, firman ini mengajak kita menilai kembali prioritas: hormatilah hikmat yang menuntun ke bawah ketergantungan pada diri sendiri dan pengumpulan keuntungan duniawi.
Penjelasan kata dan gambar penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian alkitab menunjukkan tema serupa: kebijaksanaan lebih berharga daripada kekayaan atau status. Contohnya: - Amsal menekankan bahwa takut akan Tuhan adalah awal pengetahuan dan kebijaksanaan. - Yesaya dan Rasul Petrus mengingatkan bahwa kekuasaan duniawi tidak menjamin kebenaran suci di mata Allah.
Cross-references singkat (tanpa mengutip teks penuh)
Singkatnya, teks ini mengingatkan kita untuk menilai nilai sejati: bukan umur, kekuasaan, atau kemewahan masa lalu, melainkan kebijaksanaan yang lahir dari takut akan Tuhan dan kemurnian hati yang ingin belajar.
Penerapan sekarang
Untuk pembaca modern, ayat ini mengajak kita: - Mengutamakan pembelajaran dan integritas, tanpa meremehkan kerendahan hati. - Menilai kepemimpinan menurut kebijaksanaan praktis, bukan hanya reputasi. - Menumbuhkan sikap rendah hati siap menerima nasihat, terutama dari orang muda yang setia kepada kebenaran.
Ringkasan singkat
Seorang pemuda alim yang miskin bisa lebih bernilai daripada raja tua yang bodoh jika ia tetap menaruh kepercayaan pada hikmat ilahi dan hidup saleh. Kualitas moral dan kebijaksanaan praktis inilah yang benar-benar berdaya mengarahkan hidup di hadapan Allah.
Catatan kutipan langsung dari komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak diambil dalam bentuk kutipan panjang di sini; penafsiran disintesiskan dari gaya dan nuansa komentar umum mereka untuk menghasilkan wawasan yang relevan dengan pembacaan IDN.