Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 6:1 Ulangan 6:2 Ulangan 6:3 Ulangan 6:4 Ulangan 6:5 Ulangan 6:6 Ulangan 6:7 Ulangan 6:8 Ulangan 6:9 Ulangan 6:10 Ulangan 6:11 Ulangan 6:12 Ulangan 6:13 Ulangan 6:14 Ulangan 6:15 Ulangan 6:16 Ulangan 6:17 Ulangan 6:18 Ulangan 6:19 Ulangan 6:20 Ulangan 6:21 Ulangan 6:22 Ulangan 6:23 Ulangan 6:24 Ulangan 6:25



Ulangan 6:22 (IDN)
“Maka oleh Tuhan sudah diadakan tanda-tanda dan ajaib yang besar dan yang mendatangkan celaka akan Mesir dan akan Firaun dan akan segala isi istananya di hadapan mata kami.”
Setting segera ayat
Ayat ini berada dalam konteks pengulangan perintah Tuhan kepada umat Israel untuk memperhatikan hukum-Nya dan mengingat bagaimana Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Peristiwa pembebasan itu disaksikan secara langsung oleh bangsa Israel dan menjadi dasar bagi iman mereka bahwa Tuhan berkuasa atas segala perkara, baik yang masih di masa lalu maupun yang akan datang.
Apa yang ditegaskan teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak pasif dalam penyelamatan umat-Nya. Tuhan bekerja secara nyata melalui tanda-tanda dan mujijat besar yang menunjukkan kuasa-Nya atas Mesir, Firaun, dan semua isi istananya. Tindakan-Nya dipakai untuk membangun kepercayaan umat-Nya bahwa Ia adalah Tuhan yang setia menepati janji-Nya dan sanggup membebaskan dari perbudakan.
Penjelasan kata dan gambaran penting
- “tanda-tanda dan ajaib” merujuk pada peristiwa luar biasa yang membuktikan otoritas ilahi, lebih dari sekadar kejadian biasa. Tindakan ini bersifat publik dan tidak dapat disangkal.
- “celaka” di sini melambangkan konsekuensi ajaran mesianik yang mengantar bangsa keluar dari belenggu ketidakbebasan agar mereka dapat menjalani rencana Allah di tanah yang dijanjikan.
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Catatan singkat dari tokoh teolog publik domain
Beberapa penafsir lama menekankan bahwa mukjizat di Mesir bukan sekadar tindakan dramatis, melainkan bukti publik kasih Allah kepada umat pilihan-Nya. Tokoh-tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bagaimana pembebasan itu membentuk identitas bangsa Israel sebagai umat Tuhan yang setia dan berpegang pada perjanjian-Nya. Mereka menekankan bahwa tanda dan mujizat menjadi dasar pembentukan iman, bukan hanya keajaiban itu sendiri.
Quotations to note (singkat):
- Henry menyoroti bahwa pembebasan itu meneguhkan keselamatan Tuhan bagi umat yang taat.
- Barnes menekankan konteks umat yang terberkati melalui pengaruh penyertaan Allah dalam perjalanan mereka.
- Clarke menekankan bahwa tanda dan mujizat mengubah keadaan sejarah manusia dan menuntun pada ketaatan kepada hukum Tuhan.
Hubungan dengan bagian lain ayat ini
Ayat ini menekankan kenyataan bahwa hikmat keimanan tumbuh melalui pengingat akan karya Tuhan di masa lalu. Dalam konteks Ulangan 6 secara keseluruhan, umat dipanggil untuk mengikat hukum Tuhan dalam hati, sehingga perbudakan rohani tidak lagi memiliki kekuatan untuk menipu mereka.
Aplikasi praktis saat ini
Cross-reference singkat
- Keluaran 12:12: Tuhan menghakimi Mesir dan menyelamatkan umat-Nya melalui marker perayaan pasca. Penekanan pada tindakan penyelamatan Tuhan yang berwibawa.
- Mazmur 105:1-5: seruan untuk mengingat perbuatan-Nya, tanda-tanda, dan mujizat yang telah Dia lakukan kepada umat-Nya.
- Markus 16:20: iman umat Kristiani yang dibentuk oleh saksi-saksi tentang kuasa-Nya berlanjut dalam pengajaran gereja.
Nasihat akhir: biarkan pengalaman pembebasan Tuhan di masa lalu menuntun langkah hari ini—setia kepada Firman-Nya, percaya pada kuasa-Nya, dan hidup dalam kasih yang memuliakan-Nya.