Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 27:1 Ulangan 27:2 Ulangan 27:3 Ulangan 27:4 Ulangan 27:5 Ulangan 27:6 Ulangan 27:7 Ulangan 27:8 Ulangan 27:9 Ulangan 27:10 Ulangan 27:11 Ulangan 27:12 Ulangan 27:13 Ulangan 27:14 Ulangan 27:15 Ulangan 27:16 Ulangan 27:17 Ulangan 27:18 Ulangan 27:19 Ulangan 27:20 Ulangan 27:21 Ulangan 27:22 Ulangan 27:23 Ulangan 27:24 Ulangan 27:25 Ulangan 27:26


Makna Ayat
Ulangan 27:23 menandai sumpah kutuk atas pelanggaran serius terhadap norma kehormatan dan kekudusan institusi keluarga. Ayat ini bernuansa tegas: pelanggaran terhadap ketertiban pernikahan dengan mertua perempuan—yakni hubungan yang terlarang secara moral dan sosial—mendatangkan kutuk bagi orang yang melakukannya, dan seluruh bangsa menyuarakan persetujuan mereka dengan “Amin.” Ayat ini menegaskan bahwa Allah membentuk hukum-hukum yang menjaga kemuliaan rumah tangga dan menjaga jarak yang tepat antara anggota keluarga inti dan pihak luar yang tidak pantas.
Latar Konteks
Ulangan 27–28 memaparkan sumpah-sumpah syairis sebagai bagian dari perjanjian di hadapan bangsa Israel saat mereka memasuki Tanah Perjanjian. Suasananya adalah momen penegasan hukum-hukum moral yang menyoroti pelanggaran-pelanggaran berat yang menuntut respons kolektif. Ketegasan sumpah ini menunjukkan bahwa pelanggaran seperti hubungan yang tidak sah dalam garis keluarga utama dianggap serius dan membawa konsekuensi sosial serta spiritual.
Interpretasi Singkat
Ayat ini menyoroti pentingnya menjaga garis kekudusan keluarga dan batas-batas sosial yang sehat. Mertua perempuan yang dimaksud di sini merujuk pada figur yang seharusnya berada dalam batas hormat keluarga, bukan sebagai pasangan. Kutuk bukan sekadar ancaman aksidental, melainkan penegasan bahwa tindakan tidak pantas menggerakkan netralitas moral komunitas dan mengarahkan pada konsekuensi komunitas, bukan hanya individu.
Observasi Teknis
Gagasan Kunci (Ringkas)
Ayat terkait dan Penjelasan Singkat
Beberapa rujukan yang sejalan dalam tema kekudusan keluarga dan respons komunitas terhadap pelanggaran moral:
Penjelasan singkat atas hubungan silang: ayat-ayat ini memperkuat gagasan bahwa Tuhan menjaga kemurnian institusi rumah tangga sebagai fondasi masyarakat, dan pelanggaran berat terhadap tata kelola kekeluargaan diperlakukan dengan serius di tengah komunitas umat-Nya.
Patokan Praktis
Pelajaran praktis bagi pembaca masa kini adalah menjaga kehormatan rumah tangga dan menolak tindakan yang melanggar batas etika keluarga. Komunitas Kristen diajak membangun norma hormat, menjaga jarak yang sehat antara anggota keluarga besar, dan menghindari kompromi terhadap kemurnian institusi pernikahan serta hubungan keluarga yang tepat.
Referensi Silang
Rujukan singkat: Imamat 18:6–18; Keluaran 22:16–17; Amsal 28:25. Penjelasan terkait menunjukkan konsistensi Alkitab dalam menekankan kekudusan hubungan keluarga dan tanggung jawab komunitas dalam menegakkannya.
Quotable dari Tokoh-Tokoh Penafsir Perpustakaan Umum (ingat: kutipan singkat)
Catatan: Dalam literatur pengakuan publik domain, ada pernyataan khas yang menekankan bahwa sumpah-sumpah seperti ini menekankan disiplin komunitas untuk menjaga kemurnian hukum Allah. (Kutipan langsung disampaikan hanya jika tersedia dalam sumber yang diizinkan.)