Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34



Interpretive Point: Perlindungan bagi Pekerja dan keadilan dalam pemakaian hasil ladang
Ulangan 25:4 menegaskan larangan menyekengkan mulut lembu saat mengirik biji-bijian. Sederet makna praktis dan teologis terkandung di sini: perlindungan terhadap hak pekerja, penghargaan terhadap kerja tangan yang menabur hasil, serta keadilan sosial yang lahir dari kasih Tuhan yang menjaga kesejahteraan kaum bawahan.
Latar Literatur Sastra dan Konteks Kitab Ulangan
Ayat ini berada dalam kumpulan peraturan sosial yang menata kehidupan komunal Israel: bagaimana manusia hidup berdampingan secara adil, bagaimana lapisan masyarakat tidak dieksploitasi oleh yang lebih kuat. Kiasan "menyengkangkan mulut lembu" menyoroti kebiasaan manusia untuk mengabaikan hak makhluk lain dalam proses panen. Istilah ini menekankan bahwa pekerjaan dan hasil kerja perlu dihargai dengan cara yang tidak mengurangi nilai kerja pemerah daging, pemeras, atau pekerja ladang yang gagal diberi bagiannya secara adil.
Relevansi teologis dan praktis
Secara teologis, hukum ini menegaskan prinsip keadilan sosial yang bersandar pada karakter Allah yang setia. Bangsa Israel diajak melihat pekerjaan sebagai bagian dari rancangan ilahi, bukan sekadar urusan ekonomi semata. Secara praktis, larangan ini mencegah penindasan pekerjaan harian dan menjaga keharmonisan komunitas, karena setiap orang menaruh upaya dan buah kerja mereka ke dalam ladang ilahi yang sama.
Referensi silang dan hubungannya
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan peduli pada cara kita membagi hasil kerja. Perlindungan terhadap hak pekerja, termasuk hewan kerja yang dipakai untuk menumbuhkan hasil, mencerminkan kasih Tuhan yang adil. Dengan demikian, tindakan kita dalam proses panen dan distribusi hasil mencerminkan iman kita kepada Allah yang menetapkan standar keadilan dalam komunitas-Nya.
Catatan khazanah penafsir terdahulu
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa larangan ini mengangkat martabat pekerja dan menghimbau keadilan praktis dalam hubungan ekonomi. Bila diperlukan, Anda bisa meninjau komentar para penafsir terdahulu untuk penguatan konteks historis dan praktis, sambil tetap menjaga nuansa applicability pada konteks masa kini.
Penafsiran singkat dari sumber klasik (kutipan singkat)
Penafsir-penafsir klasik menekankan aspek keadilan relatif terhadap perlakuan terhadap pekerja dan hewan kerja, serta integritas hubungan kerja dalam komunitas iman. Cuplikan-ringkas yang relevan: “Keadilan bukan sekadar aturan; ia adalah wujud kasih Allah melalui cara kita memperlakukan sesama dalam pekerjaan.”