Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34



Ulangan 19:18 (IDN)
Ayat ini berada dalam bagian hukum mengenai saksi-saksi serta pembuktian kebenaran di tempat pengadilan. Tuhan menekankan pentingnya keadilan yang akurat agar tidak ada orang yang diseret karena tuduhan palsu. Komentar historis menunjukkan bagaimana standar saksi menjadi mekanisme peringatan bagi saksi dusta dan bagi mereka yang menuduh tanpa fakta.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
Teks ini menyoroti Allah sebagai sumber kebenaran dan keadilan. Allah memperhatikan integritas proses hukum: jika saksi menuduh dengan dusta, maka tuduhan itu akan diselidiki secara saksama. Ini mencerminkan nilai iman yang hidup melalui keadilan sosial; Allah tidak membiarkan orang dituduh tanpa proses yang adil, karena itu menggugah iman untuk percaya bahwa Tuhan membenci dusta dan menuntut kebenaran di antara umat-Nya.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa ayat lain menekankan kehendak Tuhan atas kejujuran saksi dan perlunya penyelidikan adil. Misalnya, prinsip tidak mau menuduh dengan tuduhan palsu hadir di perintah hukum Musa dan pewartaan kitab lain yang menyoroti keadilan hukum. Kaitan ini menguatkan tema bahwa kebenaran dan kejujuran saksi adalah fondasi hubungan komunitas dengan Tuhan.
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Kseudahan dua atau tiga saksi memperlihatkan perlunya verifikasi, sementara tuduhan palsu membawa konsekuensi berat karena merusak keadilan komunitas dan mengkhianati kemurnian permintaan Tuhan atas kebenaran.
Aplikasi kekinian
Dalam konteks kehidupan gereja dan keluarga, ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menuduh dengan sembarangan. Ketika menilai suatu situasi, kita perlu mengumpulkan bukti yang jelas, bersikap adil terhadap semua pihak, dan menghindari fitnah. Bagi mereka yang terlibat dalam penyelesaian sengketa, fokusnya adalah pada kebenaran dan perlindungan korban, bukan pada pembuktian semata-mata untuk memuaskan emosi atau kepentingan pribadi.
Ringkasan singkat
Ulangan 19:18 menegaskan bahwa Allah membenci dusta dan menuntut penyelidikan adil terhadap tuduhan. Keutuhan proses hukum adalah bagian dari hidup beriman, menggambarkan Tuhan sebagai Hakim yang melihat hati serta tindakan kita dalam menjaga kebenaran di komunitas.
Catatan sumber pendapat aliran umum (berbasis karya-karya publik domain): Dalam tradisi tafsir, pendekatan seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan pentingnya integritas saksi, keadilan proses, dan dampak serius dari tuduhan dusta terhadap komunitas serta interpretasi mengenai berbahaya dan menipu pernyataan palsu.