Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 10:1 Ulangan 10:2 Ulangan 10:3 Ulangan 10:4 Ulangan 10:5 Ulangan 10:6 Ulangan 10:7 Ulangan 10:8 Ulangan 10:9 Ulangan 10:10 Ulangan 10:11 Ulangan 10:12 Ulangan 10:13 Ulangan 10:14 Ulangan 10:15 Ulangan 10:16 Ulangan 10:17 Ulangan 10:18 Ulangan 10:19 Ulangan 10:20 Ulangan 10:21 Ulangan 10:22



Ulangan 10:3 (IDN) — Setting segera dan inti makna
Pada ayat ini, Musa menceritakan tindakan Allah yang mempersiapkan dua loh batu lagi setelah penghancuran tabut sebelumnya. Allah memerintahkan pembuatannya, lalu Musa naik ke gunung dengan kedua loh batu itu, siap menerima hukum yang akan diabadikan kembali untuk umat Israel. Narasi ini terikat dengan masa perjanjian baru yang menuntun iman Israel kepada jalan yang benar di hadapan Allah dengan hukum-Nya yang tetap.
Apa yang dirahaskan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa Allah adalah sumber wahyu hukum dan pemelihara perjanjian-Nya. Meski bangsa Israel berulang-ulang mengabaikan Allah, Allah tetap mengundang mereka pada komitmen yang jelas melalui hukum-Nya. Pembuatan peti dan loh batu menggambarkan kesungguhan Allah dalam menyediakan otoritas ilahi untuk hidup berkenaan dengan Dia. Iman Yahudi tidak bergantung pada kemurnian ritual saja, melainkan pada kepercayaan akan firman Allah yang diikat pada taurat.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab (cross-references)
Beberapa referensi yang relevan untuk menambah pemahaman:
Penjelasan singkat: Kesesuaian antara hukum dan iman manusia bergantung pada taat kepada firman Allah yang diwahyukan, bukan pada kemegahan ritual semata.
Aplikasi masa kini
Aplikasi praktisnya adalah menempatkan Firman Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Seperti Musa yang menaiki gunung untuk menerima hukum, kita diajak untuk mendekat kepada Allah dalam doa dan membaca firman-Nya secara teratur. Hukum Ilahi menuntun kita dalam keputusan sehari-hari—keadilan, kasih, kejujuran, dan perlindungan bagi yang lemah. Percayakan hidup pada otoritas firman Allah, sambil berperan sebagai penjaga amanat bagi sesama.
Catatan perbandingan gaya tafsir klasik
Para penafsir berpendapat bahwa tindakan Allah menyediakan peti dan loh batu menegaskan kesetiaan-Nya pada perjanjian. Dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, makna utama adalah keselarasan antara wahyu ilahi dan tanggung jawab manusia untuk hidup dalam ketaatan kepada firman-Nya. Kutipan pendek yang relevan (tanpa kutipan panjang) menunjukkan bagaimana mereka menekankan peran Allah sebagai pemelihara perjanjian dan manusia sebagai penerima firman yang diangkat menjadi hukum hidup.
Catatan singkat: Frasa kunci seperti “loh batu” dan “perjanjian” sering ditekankan oleh para penafsir sebagai simbol stabilitas dan janji Allah yang tidak berubah.