Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 10:1 Ulangan 10:2 Ulangan 10:3 Ulangan 10:4 Ulangan 10:5 Ulangan 10:6 Ulangan 10:7 Ulangan 10:8 Ulangan 10:9 Ulangan 10:10 Ulangan 10:11 Ulangan 10:12 Ulangan 10:13 Ulangan 10:14 Ulangan 10:15 Ulangan 10:16 Ulangan 10:17 Ulangan 10:18 Ulangan 10:19 Ulangan 10:20 Ulangan 10:21 Ulangan 10:22



Ulangan 10:17 (IDN) - Tafsiran Singkat
Ayat ini menegaskan keagungan dan kekuasaan Allah yang tidak terbantahkan. Di tengah berbagai penguasa dan dewa-dewa yang dianggap berkuasa pada masa itu, pemazmur menegaskan bahwa Tuhan yang benar adalah Tuhan atas segala dewata dan Tuhan atas segala tuan. Allah yang mahabesar dan mahakuasa tidak memihak pada manusia, tidak menerima suap, dan tidak memandang muka orang secara manusiawi. Pesan ini menahan kita dari mempersalahkan keadaan dengan menganggap kekuasaan duniawi lebih penting daripada panggilan iman kepada Allah yang sejati.
Ayat ini dalam konteks pasal
Dalam Ulangan 10, Musa menekankan pembaruan perjanjian dengan Israel setelah peristiwa pengembalian tabut dan kehadiran Allah di tengah-tengah umat. Ayat ini menyoroti sifat-sifat Allah yang menjadi dasar perjanjian: keadilan, kekuasaan, dan tidak memihak. Ketika bangsa Israel dihadapkan pada pilihan untuk taat kepada Tuhan yang esa, ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada dewa lain yang setara dengan-Nya.
Sikap spiritual utama
Sikap yang diajarkan adalah pengakuan penuh atas kedaulatan Allah dan pemuliaan-Nya sebagai Pencipta serta Penguasa alam semesta. Allah yang patut dihormati karena tidak berbuat curang, tidak melihat muka manusia dalam arti berat sebelah, dan tidak menerima hadiah untuk memanfaatkan hukum-Nya. Pengakuan ini menumbuhkan kerendahan hati umat—menyangkal kecenderungan mencari pengaruh lewat kekayaan atau kuasa duniawi—dan menuntun pada penyembahan yang murni.
Renungan perbandingan alkitabiah
Aplikasi praktis
- Menempatkan Tuhan sebagai penguasa mutlak dalam semua keputusan hidup, bukan sekadar asuhan spiritual di gereja.
- Menahan diri dari korupsi budaya hadiah atau pengaruh untuk memanipulasi keputusan kita.
- Menyembah dengan kejujuran: tidak memihak pada kepentingan pribadi yang dapat menodai keadilan Allah.
Cross-references yang relevan
- Hak 6:24-25— berkat perlindungan dan pemeliharaan Allah yang mahabesar atas umat-Nya. Allah yang besar menjaga umat-Nya dari bahaya, menguatkan iman saat menghadapi tekanan.
- Yesaya 45:5-6— identitas Tuhan sebagai Allah yang unik, sehingga tidak ada ilah lain di hadapan-Nya; ini memperkuat eksklusivitas pernyataan “Allah atas segala dewata.”
- Amsal 16:4— Allah berkuasa atas semua hal untuk tujuan-Nya, mengajak pembaca melihat bahwa kekuasaan duniawi berada di bawah rencana-Nya yang lebih besar.
Ringkasan
Ulangan 10:17 menegaskan bahwa Allah adalah sumber dari segala kekuasaan dan kemuliaan. Ia tidak menilai orang berdasarkan muka atau hadiah, melainkan adil dan tiada berubah. Pesan ini mengarahkan kita untuk mengutamakan kepatuhan kepada Allah yang esa, menjauhi pengaruh duniawi yang menjerat, dan hidup dalam penyembahan yang tulus.
Catatan editorial: Inti pandangan diambil dari sudut pandang para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, yang menekankan keagungan Tuhan, keadilan-Nya, serta ajaran untuk hidup dalam kesetiaan kepada perjanjian-Nya. Adapun kutipan langsung singkat yang relevan dari sumber-sumber tersebut telah disertakan seperlunya.