Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKolose 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
Kolose 2:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
berakar dan berteguh di dalam Dia dan tetap di dalam iman, sebagaimana yang kamu sudah diajarkan, dengan memperbanyakkan syukur.
Kolose 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kolose 2:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Efesus 3:17 (IDN) »
supaya Kristus diam di dalam hatimu oleh iman, dan kamu berakar dan beralas di dalam kasih,

Yeremia 17:8 (IDN) »
Karena adalah ia seperti sebatang pohon kayu yang tertanam pada tepi air dan yang merambatkan akarnya pada tepi sungai; maka tiada dirasainya apabila datang panas terik, melainkan daunnya tinggal hijau juga, tiada diindahkannya jikalau kering setahun lamanya dan tiada ia berhenti dari pada berbuah.

Efesus 2:20 (IDN) »
dibangunkan di atas alas segala rasul dan nabi-nabi, maka batu penjurunya itulah Kristus Yesus sendiri.
Kolose 2:7 dalam Konten Kolose: Berakar, Berteguh, dan Bersyukur
Passage ini muncul dalam surat Paulus kepada orang Kolose, tepatnya di bagian yang menekankan kedalaman hubungan jemaat dengan Kristus. Ayat ini menutup bagian lain yang menjelaskan keutuhan iman, pertumbuhan rohani, dan kehendak Allah, dengan menegaskan dua gambar: berakar dan berteguh di dalam Dia, serta tetap di dalam iman sambil memperbanyak syukur. Pesan utamanya adalah dorongan agar jemaat hidup secara praktis dari identitas mereka di dalam Kristus, tidak terombang-ambing oleh ajaran yang menyesatkan, tetapi tumbuh dalam hubungan yang nyata dengan Tuhan melalui ucapan syukur yang terus-menerus.
Ayat dalam konteks pasal
Pada Kolose 2, Paulus menanggapi tantangan ajaran yang menonjolkan ritual luar dan filsafat manusia. Ia menegaskan bahwa hidup rohani sejati bersumber dari hubungan pribadi dengan Kristus, bukan dari hukum manusia atau ritual kosmik. Ayat 7 memperkuat nada utama: kestabilan iman berakar pada Kristus dan memuncak dalam ucapan syukur.
Sikap utama yang diajarkan ayat ini
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat lain menambah gambaran ini:
Pandangan para penafsir terdahulu (ringkas)
Para penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti tiga unsur: hubungan tetap dengan Kristus, perlindungan dari pengajaran sesat, dan hidup penuh syukur sebagai tanda kehidupan yang berakar.
Beberapa catatan pendek: Henry menekankan kedalaman spiritual melalui perimbangan antara realitas rohani dan hidup praktis; Barnes menekankan iman yang tumbuh melalui pemaparan berkelanjutan terhadap janji Allah; Clarke menyoroti damai yang berasal dari ketergantungan pada Kristus dalam segala keadaan. Perlu dicatat bahwa jika ada kutipan langsung yang relevan, kami menyertakan bagian pendek yang diakui dari sumber publik-domain—tidak menyalin teks panjang di luar konteks.
Aplikasi praktis bagi jemaat Kolose dan pembaca masa kini
Untuk hidup sehari-hari, ayat ini menguji tiga area: hubungan kepada Kristus, ketahanan terhadap pengajaran yang menyesatkan, dan pola syukur. Caranya:
Intisari dan penutup
Ayahndal kolose 2:7 menegaskan bahwa kedalaman iman bergantung pada hubungan hidup dengan Kristus, dipertegas dengan keteguhan dalam iman dan ekspresi syukur. Ketika jemaat tetap berakar dan berteguh di dalam Dia, mereka tidak hanya bertahan dalam pengajaran yang benar, tetapi juga memancarkan rasa syukur yang menguatkan komunitas iman.