Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 9:15 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 9:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Aku akan menetapkan mereka itu dalam negerinya dan tiada mereka itu akan dicabut pula dari dalam negerinya, yang telah Kukaruniakan kepadanya, demikianlah firman Tuhan, Allahmu!
Amos 9:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 9:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 24:6 (IDN) »
Dan Aku kelak menilik kepada mereka itu akan baiknya, dan mereka itu akan Kubawa balik ke dalam negeri ini, dan akan Kubangunkan mereka itu, bukan Kupecahkan dia, dan akan Kutetapkan mereka itu, bukan Kucabut dia.

Yehezkiel 37:25 (IDN) »
Dan mereka itu akan duduk di dalam negeri yang telah Kukaruniakan kepada Yakub, hamba-Ku, di tempat sudah duduk segala nenek moyang kamu; maka mereka itupun akan duduk di sana, baik mereka itu baik segala anak cucu cicitnya sampai selama-lamanya, dan Daud, hamba-Ku, akan jadi Penghulu mereka itu sampai selama-lamanya.

Yesaya 60:21 (IDN) »
Adapun bangsamu, sekalian mereka itu akan orang saleh adanya, dan mereka itu akan mempunyai bumi akan pusaka sampai selama-lamanya; mereka itu menjadi suatu pucuk yang telah Kutanam sendiri, suatu perbuatan tangan-Ku, supaya Aku dipermuliakan!
Mengapa Ayat Ini Penting
Amsal 9:15 menegaskan kepastian pemulihan Tanah Perjanjian bagi umat Tuhan: Allah berjanji akan menetapkan umat-Nya di negeri yang telah dianugerahkan kepada mereka, sehingga mereka tidak dicabut lagi dari sana. Ayat ini menegaskan harapan keselamatan kolektif bagi bangsa Israel, bukan sekadar kepemilikan tanah fisik, melainkan keadaan pemeliharaan dan kesejahteraan dalam hubungan dengan Allah. Bagi pembaca Indonesia, pesan ini mengingatkan bahwa janji-janji Allah bertujuan membentuk identitas umat-Nya; pemulihan dan keberlanjutan berakar pada ketaatan kepada-Nya.
konteks asli
Amsal 9 menuju akhir kitab Amos menonjolkan tema penghakiman dan pemulihan di antara bangsa-bangsa. Dalam konteks pasal 9, Allah berbicara mengenai pemulihan bagi Israel setelah masa pembuangan dan penghakiman sementara. Ayat ini menegaskan bahwa setelah masa penuntutan, Allah akan menegaskan lagi kepemilikan-Nya atas umat-Nya dan menempatkan mereka di tanah yang telah dijanjikan. Ini menggambarkan kembalinya umat kepada tanah perjanjian sebagai simbol pemulihan hubungan dengan Allah dan keamanan di bawah kedaulatan-Nya.
Pesan utama
Pesan kunci ayat ini ialah harapan akan pemulihan permanen bagi umat Allah. Allah berikrar akan menetapkan mereka di negeri-Nya sehingga mereka tidak dicabut lagi. Ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak bersifat sementara; Allah bertanggung jawab memelihara umat-Nya dalam lokasi yang diberkati-Nya, selama umat itu setia kepada-Nya.
Tema-teka utama dalam Alkitab terkait
Beberapa tema relevan yang memperkaya pemahaman ayat ini:
Cross-references
Beberapa ayat yang menguatkan makna pemulihan dan pemeliharaan Allah:
Penjelasan singkat: Ya, pemulihan tanah adalah simbol hubungan umat dengan Allah; pemeliharaan di negeri-Nya mengundang respons iman, ketaatan, dan hidup dalam damai di bawah-Nya.
Renungan Devosi
Bayangkan sebuah tanah yang telah dijanjikan, di mana wajah Allah hadir di antara umat-Nya. Doa syukur lahir dari kesadaran bahwa Allah adalah pemelihara setia, yang menjaga umat-Nya dari penyingkiran. Dalam masa-masa gelap atau ketidakpastian, kita dapat menahan diri pada keyakinan bahwa Tuhan membentuk tempat persekutuan yang aman bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Biarkan janji-Nya menuntun kita untuk hidup setia, berharap pada pertolongan-Nya, dan memelihara hubungan yang dekat dengan Allah, di mana pun kita berada.
Ekangan kutipan tokoh komentar (ringkas)
Beberapa gambaran para komentator publik-domain menyatakan bahwa pemulihan ini lebih dari sekadar gawai tanah; ia adalah simbol keselamatan dan kestabilan hubungan dengan Allah. Kutipan langsung yang relevan (singkat) dari sumber-sumber berurutan:
Matt. Henry: “The promise of dwelling is a pledge of security and permanence.”
Albert Barnes: “God’s ownership of the land is a mercy to His people, a sign of His continual favor.”
Adam Clarke: “The divine appointment of a land and inheritance is intended to show that God remembers and sustains His people.”
Catatan akhir
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat pemulihan maksimal sebagai bagian integral dari iman: hidup dalam jalan Tuhan, menaruh kepercayaan pada kasih-Nya yang tidak pernah gagal, dan bersukacita dalam akses kita kepada berkat perjanjian-Nya.