Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 4:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 4:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Pasanglah persembahan puji-pujian dengan kemenyan dan roti berkhamirpun sertanya; dan serantakanlah, persembahan yang dari ridla hati, biarlah tiap-tiap orang mendengarnya, karena ia itulah kehendakmu, hai bani Israel! demikianlah firman Tuhan Hua!
Amos 4:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 4:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 22:18 (IDN) »
Katakanlah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada segala bani Israel ini: Barangsiapapun baik dari pada isi rumah Israel atau yang menumpang di antara orang Israel seperti orang dagang, jikalau ia hendak mempersembahkan suatu persembahan seperti segala nazarnya dan segala persembahan dari ridla hatinya, yang hendak dipersembahkannya kepada Tuhan akan korban bakaran;

Mazmur 81:12 (IDN) »
(81-13) Maka sebab itu Aku sudah menyerahkan dia kepada kehendak hatinya, sehingga mereka itu melakukan dirinya menurut bicaranya sendiri.

Imamat 7:12 (IDN) »
Maka jikalau orang mempersembahkan dia bagi persembahan puji-pujian, maka hendaklah serta dengan persembahan puji-pujian itu dipersembahkannya beberapa apam fatir yang disediakan dengan minyak, atau adonan fatir yang disirami dengan minyak, maka apam yang disediakan dengan minyak itu hendaklah dari pada tepung halus yang direndang.
Amos 4:5 (Versi IDN) — Pengantar dan Makna
Ayat ini menempatkan umat Israel dalam konteks nubuat Allah yang menolak ritus kosong tanpa hati. Tuhan menuntut penyembahan yang tulus dari ridla hati, bukan sekadar upacara lahiriah. Khotbah Amos menyingkap bahwa panggilan Allah adalah kesetiaan, keadilan, dan integritas hidup yang konsisten dengan perintah-Nya.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Gambaran utama adalah perlunya motif hati yang benar di balik ibadah. Allah tidak menolak korban fisik, tetapi menolak ibadah yang disertai kecongkiran atau kepahitan batin. Tuhan menunjukkan bahwa dia menghendaki hubungan yang hidup dengan-Nya, tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari, terutama keadilan sosial dan kerendahan hati.
Istilah dan gambaran kunci
Hubungan dengan bagian lain dan perbandingan bahan tafsiran
Para ilustrator kitab suci menekankan bahwa ritual tanpa karakter moral tidak diterima. Analogi dari catatan nabi lain menunjukkan bahwa keseimbangan antara ibadah dan kehidupan (keadilan, kasih, kebenaran) adalah inti hubungan dengan Tuhan. Segi ini juga terlihat dalam nubuat Amos yang menekankan keadilan sosial sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan (bandingkan dengan nubuh nabi Hosea dan Mikha 6:6–8; Amos 5:21–24).
Rujukan silang yang relevan
Aplikasi masa kini
Untuk pembaca kini, ayat ini mengajak kita mengecek integritas iman: apakah ibadah kita dipenuhi dengan ketulusan hati, kejujuran, dan tindakan yang adil? Ibadah yang sehat melibatkan: - penghormatan kepada Allah melalui doa dan puji-pujian yang lahir dari iman yang hidup; - hidup sehari-hari yang mencerminkan keadilan, kemurahan hati, dan kepedulian terhadap sesama; - kerelaan mengubah sikap dan perilaku bila bertentangan dengan firman-Nya.
Interpretasi singkat dari tokoh terdahulu (ringkas)
Para komentator publik domain, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, menekankan bahwa Allah menginginkan ketulusan hati lebih dari ritual yang berlebihan. Mereka menegaskan bahwa ibadah yang benar memerlukan hidup yang saleh dalam hubungan dengan sesama. Contoh kutipan singkat dari sumber klasik (diperbolehkan secara selektif):
“Bekal ibadah adalah hati yang tulus dan kehidupan yang saleh.” (ringkasan tema, tidak kutipan langsung penuh)
Penutup
Amos 4:5 menegaskan bahwa ibadah sejati melibatkan kesetiaan hati kepada Tuhan yang menyatakan dirinya lewat keadilan dan kasih dalam kehidupan nyata. Biarlah kita merendahkan diri, menata hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta menilai ibadah kita secara menyeluruh—bukan sekadar ritus, melainkan hidup yang memuliakan-Nya.