Kisah Para Rasul 27:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Tatkala kami sudah menyeberang Laut Kilikia dan Pampilia, lalu tibalah kami di Mira di tanah Likia.

Ayat sebelumnya
« Kisah Para Rasul 27:4
Ayat berikutnya
Kisah Para Rasul 27:6 »

Kisah Para Rasul 27:5 Tafsiran ayat Alkitab

Kisah Para Rasul 27:5 — Menyeberang ke Mira di tanah Likia

Poin interpretatif utama: Ayat ini menandai satu tahap perjalanan Rasul Paulus bersama pelaut dan rekan sepelautnya, ketika mereka menyeberangi Laut Kilikia dan Pampilia dan tiba di Mira, sebuah lokasi perhentian di tanah Likia. Peristiwa ini menekankan bagaimana perjalanan iman berjalan melalui rute-rute yang ada di dunia nyata, dengan tujuan dinyatakan Allah meski kadang demikian samar di mata manusia. Ini mengingatkan kita bahwa langkah-langkah kehidupan Kristen sering ditempuh dalam konteks perjalanan dan ketidakpastian, namun Tuhan tetap memimpin.

Konteks sastra dan alur naratif

Ayat ini berada dalam rangkaian perjalanan Paulus yang dibawa kapal menuju Roma. Catatan pelayaran mencatat sejumlah tempat di sepanjang pantai Asia Kecil sebelum mencapai Mira. Mira sendiri adalah kota pelabuhan kecil di Likia, yang pada masa itu menjadi bagian dari rute maritim yang lazim. Ketelitian geografis Lukas membantu pembaca melihat bagaimana peristiwa terjadi dalam kerangka realitas perjalanan laut, termasuk bahaya dan jeda yang mungkin dihadapi pelaut dan penumpang.

Pengamatan teologis singkat

Perjalanan fisik yang terperinci menyiratkan kehadiran Allah yang memelihara rencana-Nya melalui jalan-jalan yang manusia pakai. Paulus, sebagai saksi Kristus, tetap menjalani rute yang diberikan meskipun menghadapi tantangan pelayaran. Ketekunan dalam langkah-langkah kecil—seperti berhenti di Mira—mempersiapkan umat percaya pada penyataan selanjutnya: bagaimana Allah membimbing mereka melalui badai rohani dan fisik yang akan datang.

Cross-references (hubungan dengan bagian lain Alkitab)

  • Kisah Para Rasul 27:7-12 — Perjalanan kapal Paulus secara bertahap menunjukkan hambatan, penundaan, dan respons iman ketika menghadapi keputusan untuk melanjutkan pelayaran. Hubungan: konteks kemana tujuan kapal berlayar dan bagaimana keputusan praktis memengaruhi perjalanan iman.
  • Kisah Para Rasul 28:1-2 — Keterangan tentang pelarian dan dukungan Allah di pulau Malta menguatkan tema bahwa Allah tetap memelihara meski keadaan tidak menentu. Hubungan: Allah bekerja melalui peristiwa duniawi untuk menata keselamatan dan pemeliharaan.
  • Roma 8:28 — Bangunan teologis tentang Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Hubungan: rute perjalanan Paulus menjadi bagian dari kebaikan ilahi yang lebih besar.

Pertanyaan reflektif

  • Bagaimana kita menaruh kepercayaan pada pimpinan Allah ketika rencana hidup tampak tidak jelas atau menantang?
  • Apa arti ketenangan batin di tengah “perjalanan” iman saat menunggu arah berikutnya?

Interpretasi singkat dari para komentator klasik

Beberapa penafsir publik domain lama menekankan bahwa bagian perjalanan ini menegaskan ketetapan Allah atas arah sejarah keselamatan. Meskipun Catatan perjalanan tampak rinci, fokus utama tetap pada kehadiran Allah yang memelihara Paulus dan rencana-Nya. Ringkasnya: di Mira, Tuhan menyejukkan dan menyiapkan langkah selanjutnya bagi karya-Je Christus melalui murid-murid-Nya.

Quotations notice: Tidak ada kutipan kata-per-kata penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang diperlukan untuk ayat ini dalam teks sumber utama ini. Namun, ide-ide umum dari komentator publik domain sengaja diringkas untuk menjaga keaslian konteks historis dan teologis tanpa menyalin teks langsung.

Hubungan dengan tema besar Alkitab

Ayat ini menegaskan bahwa Allah menyertai pergerakan manusia, termasuk perjalananים berbahaya dan tidak pasti. Ini sejalan dengan tema perjalanan iman Abraham, Yusuf, dan para Rasul: Allah memanggil di mana pun kita berada, dan Dia memakai rute-rute duniawi untuk memajukan rencana-Nya.

Kesimpulan singkat

Kisah perjalanan Paulus menuju Mira adalah potongan dari mosaik besar kerja pemeliharaan Allah dalam sejarah keselamatan. Jalan-jalan di atas lautan menjadi metafora bagi perjalanan iman kita: kita mungkin tidak melihat tujuan akhir secara jelas, tetapi Tuhan berjalan di samping kita, menuntun langkah-langkah kecil menuju pembaruan dan tujuan-Nya yang lebih tinggi.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Kisah Para Rasul 27:5 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kisah Para Rasul 6:9 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kisah Para Rasul 6:9 (IDN) »
Tetapi beberapa orang yang terhisab kepada rumah sembahyang, yang dikatakan rumah sembahyang orang Libertini dan orang Kireni dan orang Iskandaria dan lagi orang Kilikia dan Asia, bangkit berbalah-balah dengan Stepanus.

Kisah Para Rasul 13:13 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kisah Para Rasul 13:13 (IDN) »
Maka Paulus dengan orang yang besertanya itu pun berlayarlah dari Pafos sampai ke Perga di tanah Pampilia. Maka Yahya pun bercerailah daripada mereka itu, lalu kembali ke Yeruzalem.

Kisah Para Rasul 15:41 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kisah Para Rasul 15:41 (IDN) »
Maka dijajahinya benua Syam dan Kilikia, sambil menetapkan hati segala sidang jemaat itu.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab