Kisah Para Rasul 21:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Setelah bersalam-salaman seorang dengan seorang, lalu naiklah kami ke kapal, dan mereka itu pun pulanglah ke rumahnya.

Ayat sebelumnya
« Kisah Para Rasul 21:5
Ayat berikutnya
Kisah Para Rasul 21:7 »

Kisah Para Rasul 21:6 Tafsiran ayat Alkitab

Kisah Para Rasul 21:6 (IDN): Perpisahan yang Hangat, Menuju Tugas Layanan

Gagasan utama: Ayat ini menampilkan momen perpisahan yang hangat sebelum para murid melanjutkan perjalanan mereka. Secara ringkas, setelah bertukar salam, mereka naik kapal dan berangkat pulang ke rumah mereka. Di balik kesederhanaannya, ayat ini menekankan solidaritas komunitas percaya dalam perjalanan melayani Tuhan, serta batas antara kasih persaudaraan dan tugas misi yang menanti di depan.

konteks sastra dan aliran naratif

Dalam Kisah Para Rasul, bagian ini berada pada rangkaian perjalanan Paulus yang berliku-liku. Setelah selesai bertemu dengan jemaat di kota tertentu, para murid saling menyalami sebagai tanda persatuan dan dukungan. Frasa “bersalam-salaman seorang dengan seorang” menegaskan kehangatan hubungan komunitas gereja awal yang saling membangun dan menguatkan saat menyiapkan diri untuk langkah berikutnya. Narasi seperti ini biasa dipakai Lukas untuk menunjukkan dinamika komunitas percaya yang hidup di antara perpisahan dan panggilan.

makna teologis dan aplikasi praktis

Teologi di balik adegan singkat ini menekankan dua hal: pertama, hubungan antar sesama orang percaya adalah sumber kekuatan untuk menjalani tugas Allah. Kedua, panggilan misi tidak pernah tunggal; meskipun sebagian berangkat, ada juga yang tetap tinggal untuk memuridkan dan mendukung lewat doa serta solidaritas komunitas. Ayat ini mengingatkan kita bahawa keseimbangan antara pertemuan kasih dan keberanian melangkah ke depan adalah bagian dari hidup gerija.

hubungan silang dengan bagian lain Kitab Perjanjian Baru

  • Hubungan dengan Kisah Para Rasul 20:38-37 (perpisahan dan doa) — keduanya menonjolkan suasana kasih namun dengan fokus yang berbeda: di sini pada salam perpisahan, di lainnya pada perpisahan emosional penuh doa.
  • Hubungan dengan 2 Korintus 8–9 (manfaat kasih kepada sesama) — menguatkan gagasan bahwa perpisahan sementara demi misi tidak mengurangi kasih kepada jemaat yang ditinggalkan.
  • Hubungan dengan Yohanes 13:34-35 (kasih sebagai identitas gereja) — salam persaudaraan mencerminkan kasih yang nyata yang membedakan komunitas percaya.

pertanyaan refleksi

  • Apa arti “ber Salam-salaman” bagi kita sekarang ketika gereja menghadapi perpisahan tugas misi atau pelayanan?
  • Bagaimana kita menyeimbangkan dukungan komunitas dengan keberanian mengambil langkah baru dalam pelayanan Tuhan?
  • Dalam konteks lokal jemaat kita, bagaimana doa dan kasih persaudaraan berfungsi sebagai bahan bakar untuk melanjutkan misi?

konsolidasi pandangan

Ayat ini tidak hanya sebuah catatan peristiwa; ia menegaskan bahwa jemaat berfungsi sebagai jaringan yang saling mendukung dalam menghadapi tugas Allah. Salam persaudaraan menjadi simbol pembentukan komitmen bersama untuk melayani, meski jalannya menuju langkah berikutnya kadang memerlukan perpisahan singkat.

kutipan para penafsir klasik (singkat)

Beberapa penafsir klasik menyoroti kehangatan hubungan komunitas dan kesiapan berangkat dalam iman. Karena konteksnya singkat, tidak ada kutipan panjang penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan secara langsung untuk ayat ini dalam sumber yang tersedia di domain publik. Namun, konsep tentang solidaritas jemaat dan persiapan untuk misi sering diulas dalam karya-karya mereka seputar Kisah Para Rasul. Harap dicatat jika ada kutipan singkat yang relevan berupa ringkasan pandangan umum tentang peran komunitas percaya dalam perjalanan misi.

cross-references singkat

– Kisah Para Rasul 20:38; 21:15: perpisahan dengan doa dan persiapan perjalanan.

– Galatia 6:2: memikul beban sesama menjadi bagian dari kehidupan komunitas percaya.

– Yohanes 13:34-35: kasih sebagai identitas jemaat yang mengikat perjalanan iman.

kesimpulan singkat

Saya menafsirkan Kisah Para Rasul 21:6 sebagai pengakuan sederhana namun kuat atas hubungan iman yang berfungsi sebagai landasan menghadapi tugas Tuhan. Perpisahan singkat itu menegaskan bahwa kasih komunitas tidak berhenti di depan pintu kapal; ia tetap mengantar para murid dalam doa dan dukungan, hingga misi berikutnya mencapai tujuan yang ditetapkan-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Kisah Para Rasul 21:6 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yohanes 19:27 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yohanes 19:27 (IDN) »
Kemudian Ia berkata kepada murid itu, "Tengoklah ibumu!" Maka daripada ketika itu juga murid itu menyambut dia ke dalam rumahnya sendiri.

Yohanes 1:11 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yohanes 1:11 (IDN) »
Maka datanglah Ia kepada milik-Nya sendiri, dan orang yang dimiliki-Nya itu pun tiada menerima Dia.

Yohanes 16:32 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yohanes 16:32 (IDN) »
Tengoklah, waktunya datang, bahkan, sudahlah datang, bahwa kamu akan dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri serta meninggalkan Aku seorang diri; tetapi tiadalah Aku seorang diri, karena Bapa itu menyertai Aku.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab