Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kisah Para Rasul 1 Kisah Para Rasul 2 Kisah Para Rasul 3 Kisah Para Rasul 4 Kisah Para Rasul 5 Kisah Para Rasul 6 Kisah Para Rasul 7 Kisah Para Rasul 8 Kisah Para Rasul 9 Kisah Para Rasul 10 Kisah Para Rasul 11 Kisah Para Rasul 12 Kisah Para Rasul 13 Kisah Para Rasul 14 Kisah Para Rasul 15 Kisah Para Rasul 16 Kisah Para Rasul 17 Kisah Para Rasul 18 Kisah Para Rasul 19 Kisah Para Rasul 20 Kisah Para Rasul 21 Kisah Para Rasul 22 Kisah Para Rasul 23 Kisah Para Rasul 24 Kisah Para Rasul 25 Kisah Para Rasul 26 Kisah Para Rasul 27 Kisah Para Rasul 28Verse
Kisah Para Rasul 12:1 Kisah Para Rasul 12:2 Kisah Para Rasul 12:3 Kisah Para Rasul 12:4 Kisah Para Rasul 12:5 Kisah Para Rasul 12:6 Kisah Para Rasul 12:7 Kisah Para Rasul 12:8 Kisah Para Rasul 12:9 Kisah Para Rasul 12:10 Kisah Para Rasul 12:11 Kisah Para Rasul 12:12 Kisah Para Rasul 12:13 Kisah Para Rasul 12:14 Kisah Para Rasul 12:15 Kisah Para Rasul 12:16 Kisah Para Rasul 12:17 Kisah Para Rasul 12:18 Kisah Para Rasul 12:19 Kisah Para Rasul 12:20 Kisah Para Rasul 12:21 Kisah Para Rasul 12:22 Kisah Para Rasul 12:23 Kisah Para Rasul 12:24 Kisah Para Rasul 12:25



Overview singkat Kisah Kisah Para Rasul 12:23
Ayat ini menggambarkan pembalasan ilahi atas keangkuhan raja Herodes Agripa I. Melalui kematian mendadak yang dilaporkan sebagai akibat kehendak Tuhan, teks menegaskan bahwa kekuasaan manusia tidak berkuasa melampaui kehendak Allah, dan Allah menuntut hormat yang layak bagi-Nya. Konteksnya adalah penganiayaan terhadap orang percaya di Yerusalem dan respons Tuhan terhadap kecongihan manusia yang menantang otoritas-Nya.
Ayat dalam konteks pasal
Kisah para rasul 12 menggambarkan para pengikut Kristus menghadapi penjajahan politik dan penindasan umat percaya. Herodes Agripa I sebelumnya menangkapi Yakobus, saudara Yohanes, dan berniat menampilkan kekuasaan dengan menghukum umat percaya. Ayat 23 menutup kisahnya dengan penghukuman ilahi ketika ia tidak memberi hormat kepada Allah, dan ia mati dimakan cacing. Kisah ini menekankan bahwa Allah membela umat-Nya dan bahwa keangkuhan manusia akan menerima pembalasan yang tepat pada waktunya.
Inti rohani utama
Pelajaran utama ayat ini adalah keadilan ilahi terhadap tindakan menolak hormat kepada Allah. Allah yang berkuasa tidak membiarkan kerja-kerja keconangan manusia tidak terkawal. Tekanan bagi orang percaya adalah keyakinan bahwa Allah yang adil tetap mengatur sejarah, bahkan ketika keadaan tampak menguntungkan pihak penindas.
Perbandingan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Penekanan praktis bagi pembaca
Siapkan hati untuk menghormati Allah dalam segala aktivitas hidup kita, bukan sekadar melakukan ritual eksternal. Dalam masa tekanan dan penindasan, tetaplah percaya bahwa Allah yang berkuasa adil dan akan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan menentang-Nya. Bagi umat percaya, kisah ini memberi dorongan untuk tetap bertekun dalam iman, sambil berdoa untuk keadilan Tuhan yang kekal.
Rujukan silang yang relevan
1) Kisah 5:1-11 – Ketakutan dan penegasan kekudusan Allah atas ketidakjujuran memberi konteks moral yang sama: Allah menuntut integritas umat-Nya. 2) Roma 12:19 – Hak pembalasan adalah domain Tuhan; umat percaya dipanggil mengampuni dan mendorong keadilan ilahi alih-alih melakukan pembalasan sendiri. 3) Amsal 16:18 – Kesombongan menuntun pada kehancuran; ayat ini menegaskan pola yang serupa dengan kejatuhan Herodes.
Ringkasan tematik
Ayat Kisah Para Rasul 12:23 menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas sejarah manusia, menyingkapkan bahwa keangkuhan manusia tidak luput dari perhatian-Nya. Pembalasan ilahi di sini menegaskan perlunya menghormati Tuhan dan menegaskan bahwa Allah membalas kejahatan dengan adil pada waktu-Nya.