Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kisah Para Rasul 1 Kisah Para Rasul 2 Kisah Para Rasul 3 Kisah Para Rasul 4 Kisah Para Rasul 5 Kisah Para Rasul 6 Kisah Para Rasul 7 Kisah Para Rasul 8 Kisah Para Rasul 9 Kisah Para Rasul 10 Kisah Para Rasul 11 Kisah Para Rasul 12 Kisah Para Rasul 13 Kisah Para Rasul 14 Kisah Para Rasul 15 Kisah Para Rasul 16 Kisah Para Rasul 17 Kisah Para Rasul 18 Kisah Para Rasul 19 Kisah Para Rasul 20 Kisah Para Rasul 21 Kisah Para Rasul 22 Kisah Para Rasul 23 Kisah Para Rasul 24 Kisah Para Rasul 25 Kisah Para Rasul 26 Kisah Para Rasul 27 Kisah Para Rasul 28Verse
Kisah Para Rasul 12:1 Kisah Para Rasul 12:2 Kisah Para Rasul 12:3 Kisah Para Rasul 12:4 Kisah Para Rasul 12:5 Kisah Para Rasul 12:6 Kisah Para Rasul 12:7 Kisah Para Rasul 12:8 Kisah Para Rasul 12:9 Kisah Para Rasul 12:10 Kisah Para Rasul 12:11 Kisah Para Rasul 12:12 Kisah Para Rasul 12:13 Kisah Para Rasul 12:14 Kisah Para Rasul 12:15 Kisah Para Rasul 12:16 Kisah Para Rasul 12:17 Kisah Para Rasul 12:18 Kisah Para Rasul 12:19 Kisah Para Rasul 12:20 Kisah Para Rasul 12:21 Kisah Para Rasul 12:22 Kisah Para Rasul 12:23 Kisah Para Rasul 12:24 Kisah Para Rasul 12:25



Kisah Para Rasul 12:20 (IDN)
Maka Herodes pun sangat murkanya akan orang Tsur dan Sidon; tetapi mereka itu datang menghadap dia dengan sepakat. Sesudah Belastus, bentara dalam, dijadikannya sahabatnya, lalu dipohonkannya perdamaian, karena negerinya sendiri bergantung rezekinya pada negeri raja itu.
Konteks segera
Ayat ini menjelaskan krisis politik di Yerusalem pada masa Herodes Agripa I. Herodes murka terhadap bangsa Tsur dan Sidon, karena kota-kota itu bersekutu untuk mendapatkan persediaan makanan yang penting bagi wilayahnya. Kehidupan politik dan ekonomi berbentuk hubungan timbal balik: negeri Herodes bergantung pada negeri raja itu, sementara bangsa Tsur dan Sidon mencari jalan damai agar pasokan makanan tetap terjamin. Belastus, bentara dalam Herodes, kemudian dijadikan sahabat dan perdamaian dicapai melalui negosiasi yang pelan-pelan menenangkan amarah raja.
Apa yang ditunjukkan teks tentang Allah atau iman
Teks ini menyoroti bahwa Allah bekerja melalui kejadian duniawi untuk menjaga rencana-Nya. Walau di permukaan tampak sebagai intrik politik, narasi ini menunjukkan bahwa Tuhan mengatur jalannya peristiwa melalui kebijaksanaan manusia—bahkan melalui perantaraan perdamaian yang diciptakan oleh tokoh-tokoh istana. Dalam konteks Kisah Para Rasul, kemarahan Herodes seringkali diimbangi dengan tindakan Allah yang menggenapkan rencana pemberitaan Injil, mengingatkan bahwa otoritas manusia tetap berada di bawah kedaulatan Ilahi.
Istilah dan gambaran penting
Cross-references singkat
- Kisah Para Rasul 9:31: Dunia percaya bahwa damai Allah menguatkan jemaat; konteks damai di luar komunitas dapat memberi peluang pertumbuhan iman. - Roma 13:1-2: Otoritas manusia diberi jabatan oleh Allah; peran pemerintah dipakai-Nya untuk menjaga ketertiban. - Matius 5:9: Berbahagialah mereka yang menjadi mediator perdamaian, karena mereka disebut anak-anak Allah.
Penjelasan hubungan dengan teks utama
Hubungan dengan Roma 13:1-2 menekankan bahwa otoritas Herodes tetap ada dalam rancangan ilahi, meskipun tindakan manusia bisa berbahaya. Pengganda damai melalui Belastus menampakkan hikmat penyelenggaraan Tuhan: perdamaian bisa dicapai tanpa kekerasan ketika pihak-pihak bersedia berunding. Ini juga menunjukkan bahwa respon iman bukan hanya kepada Allah secara langsung, tetapi kepada bagaimana umat beriman mengelola hubungan sosial dan politik di sekitar mereka.
Aplikasi masa kini
Di dunia kita, ketegangan antara negara atau kelompok sering menuntut solusi praktis dan damai. Pelajaran dari Kisah ini adalah: - Gunakan jalur mediasi: berdamai melalui pihak yang diberi kepercayaan bisa menghindarkan eskalasi kekerasan. - Ketahui ketergantungan ekonomi: ketika kepentingan hidup bergantung pada pihak lain, dialog yang jujur dan adil menjadi jalan untuk menjaga kesejahteraan bersama. - Percayai kedaulatan Allah: di tengah konflik manusia, kita percaya bahwa Tuhan menuntun jalannya peristiwa menuju rencana-Nya yang lebih besar.
Catatan redaksi: Kutipan eksak dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak muncul dalam bagian ini secara langsung. Penafsiran mengacu pada pola tafsir umum tokoh-tokoh publik domain lama untuk menyusun gambaran historis-teologis yang relevan bagi pembaca Indonesia.