Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Timotius 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
2 Timotius 3:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena di antara orang semacam itulah yang mencuri masuk ke dalam rumah, lalu melarikan perempuan yang bodoh-bodoh, yang sarat dengan dosanya, dipimpin oleh berbagai-bagai keinginannya,
2 Timotius 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Timotius 3:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yudas 1:4 (IDN) »
Karena ada beberapa orang merangkak masuk dengan sembunyi, yaitu orang yang dahulunya sudah tersedia hukumannya; orang fasik, yang mengubahkan anugerah Allah, Tuhan kita, kepada perkara melakukan percabulan, sambil menyangkal Penghulu dan Tuhan kita yang Esa, yaitu Yesus Kristus.

Titus 3:3 (IDN) »
karena kita pun dahulu jahil, tiada taat, sesat, menjadi hamba kepada berbagai-bagai hawa nafsu dan kesukaan dunia, hidup di dalam kejahatan dan dengki, dan kebencian, dan berbenci-bencian satu kepada yang lain.

2 Petrus 3:17 (IDN) »
Maka kamu ini, hai kekasihku, sedangkan kamu memang sudah mengetahui segala perkara itu, hendaklah kamu beringat, supaya jangan kamu sama terhanyut oleh sebab kesesatan segala orang jahat itu, lalu jatuh daripada keadaanmu yang teguh ini;
2 Timotius 3:6 (IDN) — Konteks dan Makna
Dalam surat pastoral kepada Timotius, Rasul Paulus menandai munculnya kelompok orang yang berbahaya bagi jemaat. Ayat ini menggambarkan mereka sebagai “orang semacam itu” yang secara diam-diam masuk ke rumah-rumah, menargetkan perempuan yang lemah secara rohani atau emosional, untuk membujuknya membawa mereka ke dalam pola hidup yang berdosa. Konteksnya adalah peringatan terhadap pengaruh sesat dan praktik tidak sehat yang merusak iman. Paulus menasihati Timotius agar waspada terhadap ajaran yang keliru dan perilaku yang menipu, terutama di lingkungan gereja.
Makna pokok ayat
Ayat ini menyoroti taktik penipuan rohani: penyusup yang menyamar sebagai penceramah atau pelayan iman, lalu memanfaatkan kerentanan orang tertentu—di sini perempuan yang mudah terpedaya—untuk menuntun mereka ke dalam dosa. Ini bukan sekadar kritik individu, melainkan gambaran pola umum: ajaran keliru yang disamarkan sebagai kebenaran, dengan tujuannya menguasai dan menjauhkan jemaat dari Kristus.
Dua hingga tiga tema utama
Cross-references singkat
Refleksi praktis
Gereja dan individu dipanggil untuk menjaga iman dengan benar. Pelayanan menolong sesama tidak berarti membiarkan diri ditempeli ajaran yang menyesatkan. Pelajarilah tulisan suci secara kontekstual, berpikir kritis, dan berpegang pada Kristus sebagai pusat pengajaran. Doa komunitas dan pemuridan yang berkelanjutan akan memperkuat daya tahan rohani terhadap tipu daya dunia.
Kesimpulan singkat
Ayats ini menegaskan bahwa di dalam gereja ada ancaman penipuan rohani yang bisa masuk secara halus. Melalui pengajaran yang keliru dan eksploitasi kerentanan, ajaran-ajaran sesat berusaha menggeser iman dari Kristus. Kewaspadaan, pemeriksaan Alkitab secara berimbang, dan kehidupan iman yang teguh menjadi garis pertahanan utama.
Catatan edisi
Beberapa pandangan klasik menekankan pentingnya menjaga kemurnian ajaran dalam komunitas percaya; ide-ide ini menguatkan pesan Paulus tentang kehati-hatian terhadap ajaran palsu. Dalam tradisi komentar publik-domain, para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke cenderung menekankan prinsip kehati-hatian terhadap tipu muslihat rohani dan perlunya hidup kudus sebagai respons iman.