Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 14:1 2 Samuel 14:2 2 Samuel 14:3 2 Samuel 14:4 2 Samuel 14:5 2 Samuel 14:6 2 Samuel 14:7 2 Samuel 14:8 2 Samuel 14:9 2 Samuel 14:10 2 Samuel 14:11 2 Samuel 14:12 2 Samuel 14:13 2 Samuel 14:14 2 Samuel 14:15 2 Samuel 14:16 2 Samuel 14:17 2 Samuel 14:18 2 Samuel 14:19 2 Samuel 14:20 2 Samuel 14:21 2 Samuel 14:22 2 Samuel 14:23 2 Samuel 14:24 2 Samuel 14:25 2 Samuel 14:26 2 Samuel 14:27 2 Samuel 14:28 2 Samuel 14:29 2 Samuel 14:30 2 Samuel 14:31 2 Samuel 14:32 2 Samuel 14:33
Inti Penafsiran: Absalom berdiam dua tahun di Yerusalem tanpa bisa dipandang wajah raja
Ayat ini menandai periode ketegangan antara Absalom dan Daud, yang mempengaruhi suasana hati keluarga kerajaan dan jalannya rencana balas dendam Absalom. Keterangan “tiada boleh dipandangnya wajah baginda” menunjukkan tingkah laku yang terpisah antara anak dan ayahnya, serta pembentukan pola perselisihan yang berdampak pada hubungan keluarga dan stabilitas kerajaan.
Konteks sastra
Dalam bagian ini kita berada setelah Absalom kembali dari pengasingan. Diceritakan bahwa ia tinggal dua tahun lamanya di Yerusalem tanpa melihat wajah Daud. Adapun maksud “tiada boleh dipandangnya wajah baginda” menekankan jarak emosional dan formal antara raja dan pewaris yang sedang menegaskan kekuasaan, atau menolak legitimasi secara langsung. Ini tidak sekadar dukacita pribadi; ini bagian dari strategi Absalom untuk memperkembangkan kekuatan politiknya di dalam istana.
Penafsiran teologis
Secara teologis, peristiwa ini menyoroti realitas patahnya hubungan manusia dengan pimpinan ilahi dan manusia lainnya karena dosa, kesombongan, serta keinginan untuk menuntut hak sendiri. Daud sebagai figur otonom sering menggambarkan kasih penitensi Allah meski insan manusia berjuang dalam arus kehendak bebas. Dua tahun adalah periode pengampunan yang belum sempurna dalam konteks keadilan rumah tangga raja, menguji kesabaran dan kesetiaan anak-anak serta rakyat terhadap kehendak ilahi yang bekerja melalui sejarah umat-Nya.
Rujukan lintas Alkitab
Penjelasan singkat: rujukan-rujukan tersebut menyoroti tema hubungan keluarga, otoritas, dan rekonsiliasi di tengah konflik, relevan untuk memahami bagaimana kedua tokoh utama bergerak dalam rencana Allah meskipun jalan mereka penuh liku.
Pertanyaan untuk refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menandakan masa ketidaknyamanan dan jarak emosional yang meliputi dua tahun dalam hubungan ayah-anak di tingkat tertinggi. Meski Absalom kembali, dinamika kekuasaan, rasa loyalitas, dan kerinduan akan pemulihan hubungan memerlukan langkah-langkah kebijaksanaan yang akhirnya mempersiapkan panggung untuk peristiwa-peristiwa penting berikutnya dalam kisah bangsa Israel.
Catatan kutipan tereferensi: tidak ada kutipan langsung teks panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan persis di ayat ini dalam bentuk panjang. Namun suasana tafsir para penafsir lama sering menekankan dilema moral Absalom dan pentingnya rekonsiliasi, yang tercermin dalam rangkuman interpretatif di atas.