Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 20:1 2 Raja-raja 20:2 2 Raja-raja 20:3 2 Raja-raja 20:4 2 Raja-raja 20:5 2 Raja-raja 20:6 2 Raja-raja 20:7 2 Raja-raja 20:8 2 Raja-raja 20:9 2 Raja-raja 20:10 2 Raja-raja 20:11 2 Raja-raja 20:12 2 Raja-raja 20:13 2 Raja-raja 20:14 2 Raja-raja 20:15 2 Raja-raja 20:16 2 Raja-raja 20:17 2 Raja-raja 20:18 2 Raja-raja 20:19 2 Raja-raja 20:20 2 Raja-raja 20:21



Interpretive Inti: Tanda Tuhan melalui Sembilan Pertanyaan tentang Bayangan
Pada 2 Raja-raja 20:9, Allah memberi tanda kepada raja Hizkia melalui Nabi Yesaya. Tanda itu berupa pilihan: memajukan bayangan sepuluh tapak atau mengembalikannya sepuluh tapak. Jawaban Hizkia menunjukkan iman yang tenang dan kehausan akan kehendak Tuhan: ia memohon agar tanda itu mengikuti apa yang telah difirmankan Tuhan, bukan menekan keinginan pribadi untuk menunda atau mempercepat waktu. Tindakan ini menggarisbawahi kasih karunia Allah yang bersedia memberi tanda untuk memastikan pernyataan-Nya benar.
konteks sastra
Ayat ini berada dalam konteks penyembuhan Hizkia dari penyakit mematikan, yang menuntun pada turunnya pesan nabi tentang masa hidupnya. Yesaya memberikan tanda sebagai konfirmasi atas firman Tuhan. Poin inti: Tuhan tetap berkuasa atas waktu dan peristiwa; tanda-tanda seperti ini berfungsi untuk menguatkan iman bangsa dan memvalidasi janji-Nya.
Makna teologis
Tanda ini menonjolkan beberapa tema utama: kedaulatan Allah atas waktu, anugerah pemeliharaan-Nya terhadap umat-Nya, dan respons iman manusia. Hizkia tidak memaksa tindakan, melainkan menyerahkan diri pada kehendak Allah. Dalam konteks ini, waktu dipandang sebagai medan penyataan kasih Tuhan, bukan sebagai alat untuk memenuhi keinginan pribadi manusia.
Korelasi Alkitabiah
Pertanyaan refleksi
Referensi lintas Alkitab
- Yakobus 1:17 menekankan bahwa setiap pemberian yang baik berasal dari Allah, sumber segala kejahatan tidak bersumber di dalamnya. Ini menguatkan gagasan bahwa tanda-tanda ilahi adalah bagian dari penyataan kasih-Nya, bukan uji coba ego manusia.
- Yesaya 38:8; Yohanes 2:19-22 sebagai ilustrasi bagaimana tanda-tanda ilahi dapat menjadi penguat iman bagi umat yang menantikan pemenuhan janji-Nya.
- Ibrani 11:1 menekankan iman sebagai keyakinan atas hal-hal yang diharapkan, bukti terhadap hal-hal yang tidak kelihatan—sebagai landasan bagi jawaban Hizkia terhadap tanda Tuhan.
Kesesuaian editorial
Narasi ini disinergikan melalui pandangan para komentator klasik. Matthew Henry menekankan bahwa tanda ini menegaskan keandalan firman Tuhan, sementara Albert Barnes menyoroti respons iman Hizkia yang tidak menyerahkan kendali, melainkan mempercayai hikmat Tuhan. Adam Clarke menambahkan fokus pada kedaulatan waktu ilahi sebagai bagian dari kasih-Nya. Ringkasnya, unsur utama adalah iman yang tenang di bawah otoritas Allah dan penyerahan diri pada rencana-Nya.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke (ringkas): “Tanda itu bukan dorongan manusia untuk memanipulasi waktu, melainkan konfirmasi bahwa firman Tuhan itu pasti.”
Catatan: tidak semua kutipan panjang tersedia di teks ini; kutipan singkat di atas adalah parafrasa konsisten dari pandangan mereka.
Kesimpulan singkat
Tuhan tetap memegang kendali waktu. Hizkia memilih jawaban yang menunjukkan kepercayaan penuh kepada Tuhan. Tanda yang diberikan adalah penguatan bagi umat bahwa firman Tuhan selalu memenuhi janji-Nya, dengan cara yang tidak selalu kita rencanakan, tetapi tepat pada waktu-Nya.