Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 20:1 2 Raja-raja 20:2 2 Raja-raja 20:3 2 Raja-raja 20:4 2 Raja-raja 20:5 2 Raja-raja 20:6 2 Raja-raja 20:7 2 Raja-raja 20:8 2 Raja-raja 20:9 2 Raja-raja 20:10 2 Raja-raja 20:11 2 Raja-raja 20:12 2 Raja-raja 20:13 2 Raja-raja 20:14 2 Raja-raja 20:15 2 Raja-raja 20:16 2 Raja-raja 20:17 2 Raja-raja 20:18 2 Raja-raja 20:19 2 Raja-raja 20:20 2 Raja-raja 20:21



2 Raja-raja 20:16 (IDN) — Setting dan Respons Rohani
Konteks ayat ini berada pada saat Hizkia sedang menerima berita penting tentang hukum hidupnya dan umat Israel. Nabi Yesaya datang untuk menyampaikan firman Tuhan setelah Hizkia berdoa dan memohon penawarannya di hadapan Allah. Ayat ini adalah bagian dari dialog singkat di mana firman Tuhan menuntun raja untuk merespons dengan ketaatan dan ketergantungan kepada Tuhan.
Makna inti ayat: firman Tuhan sebagai jalan keluar
Firman yang disampaikan Yesaya: “Sekarang hendaklah tuanku dengar akan firman Tuhan” menekankan satu unsur penting: keselamatan dan pemulihan datang melalui pendengaran dan respons terhadap firman Allah. Tuhan tidak membiarkan Hizkia berjalan tanpa pedoman; sebaliknya, Dia memerintahkan Hizkia untuk menaruh telinga, hatinya, dan langkahnya pada perintah-Nya. Ketertiban ilahi ini menunjukkan bahwa dalam keadaan krisis, umat percaya dipanggil untuk tunduk pada wahyu Allah, bukan pada rencana manusia semata.
Warna teologis: apa yang ayat ini ungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti sifat Allah yang pemberi arah dan kuasa. Tuhan mengarahkan raja melalui nabi-Nya, menggambarkan hubungan dinamis antara firman dan iman. Iman tidak diam di dalam keyakinan abstrak, melainkan hidup melalui respons terhadap firman Allah. Ketetapan Tuhan menjadi landasan untuk tindakan Hizkia dan bangsa Israel, menunjukkan bahwa iman yang efektif selalu terikat pada ketaatan.
Kata kunci dan gambaran penting
Pendekatan penafsir terkenal (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa firman Tuhan di saat krisis memurnikan arah hidup raja dan umat. Mereka menekankan pentingnya kesediaan untuk mendengar dari Allah terlebih dahulu sebelum bertindak, serta bahwa pemulihan berakar pada ketaatan kepada perintah-Nya. Ketergantungan pada firman Allah membawa kesinambungan damai meskipun perhitungan manusia bisa gagal.
Bagian terkait dalam Alkitab
Beberapa rujukan yang relevan untuk memperkaya konteks adalah:
Penjelasan singkat terhadap hubungan itu: firman Allah menjadi sumber penguatan, arah dan keberanian bagi Hizkia untuk menghadapi ancaman dan menjalani masa-masa sulit dengan keyakinan pada rencana-Nya.
Aplikasi nyata bagi masa kini
Ketika kita berada di persimpangan keputusan—kendala kesehatan, masalah pekerjaan, atau tantangan pribadi—ayat ini mengingatkan kita untuk terlebih dahulu mendengar firman Tuhan. Belajar berdoa dengan telinga terbuka, membaca Alkitab dengan hati yang taat, dan menimbang langkah-langkah kita di bawah anugerah-Nya. Ketaatan pada firman Tuhan membuka jalan bagi pemulihan dan damai sejahtera yang melampaui akal manusia.
Penghubung praktis
Inti dari teks ini ialah firman Tuhan yang memimpin hidup Hizkia—dan demikian pula hidup kita—bagi setiap langkah yang benar di hadapan-Nya.