Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Tesalonika 3:2 Tafsiran ayat Alkitab
1 Tesalonika 3:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka kami menyuruhkan Timotius, yaitu saudara kita dan hamba Allah di dalam pemberitaan Injil Kristus akan menetapkan dan menguatkan kamu di dalam imanmu,
1 Tesalonika 3:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Tesalonika 3:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kisah Para Rasul 14:22 (IDN) »
sambil menetapkan hati murid-murid dan menyuruh bertekun di dalam iman dengan katanya, bahwa tak dapat tiada kita masuk kerajaan Allah dengan menanggung beberapa banyak sengsara.

Efesus 6:21 (IDN) »
Tetapi supaya kamu ini pun dapat mengetahui halku dan bagaimana keadaanku, maka Tikhikus, saudara yang dikasihi itu lagi hamba yang setiawan di dalam Tuhan, akan menyatakan sekaliannya itu kepadamu,

Filipi 2:19 (IDN) »
Tetapi dengan berkat Tuhan Yesus aku harap menyuruhkan Timotius pergi kepadamu dengan segeranya, supaya aku senang hati apabila aku mendapat tahu akan segala hal ihwalmu.
1 Tesalonika 3:2 (IDN) — Menetapkan dan Menguatkan Iman Lewat Timotius
Setting segera: Rasul Paulus menulis kepada jemaat Tesalonika yang sedang didera penganiayaan dan kekawatiran akan keadaan iman mereka. Dalam pasal ini, ia mengungkapkan rencana praktis untuk menjaga keutuhan iman mereka: mengutus Timotius, yang dipercaya sebagai saudara, hamba Allah dalam pemberitaan Injil, untuk menilai keadaan rohani mereka dan memperkokoh mereka secara iman.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah atau iman
Teks menegaskan bahwa Allah bekerja melalui individu yang dipilih-Nya untuk memperkuat iman umat-Nya. Timotius tidak sekadar kurir; ia membawa pemberitaan dan dorongan yang berakar pada karya Allah melalui injil Kristus. Iman bukan semata usaha manusia, melainkan respons yang dipelihara dan dipulihkan oleh kasih karunia Allah yang bekerja melalui alat-Nya di dunia ini.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Axial cross-references (singkat) dan hubungannya
Rangkaian hubungan doa dan pewartaan menekankan kesinambungan kasih Allah dengan jemaat melalui pelayan-pelayan yang setia.
Aplikasi bagi jemaat zaman kini
Tokoh Timotius dalam teks ini menjadi contoh bagi kita tentang kedudukan gereja sebagai komunitas yang saling menguatkan. Dalam era tantangan iman modern, kita diajak untuk menghargai peran pembimbing rohani yang menilai keadaan kita secara rohani dan mendorong pertumbuhan iman melalui ajaran Kristus. Doa Paulus untuk jemaat Tesalonika juga mengingatkan bahwa kestabilan iman datang melalui keterlibatan ide, nasihat alkitabiah, dan kasih persaudaraan dalam komunitas percaya.
Ringkasan singkat
Paulus mengutus Timotius untuk menilai dan memperkokoh iman jemaat Tesalonika. Tindakan ini menekankan pekerjaan Allah melalui pelayan-Nya, peran pengajaran dalam penguatan iman, serta pentingnya komunitas yang saling membangun dalam Kristus.
Catatan: tidak ada kutipan kata-per-kata panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang diperlukan dalam bagian teks ini. Namun, unsur wawasan mereka yang relevan tercermin dalam pemahaman bahwa pelayanan rohani bertujuan menguatkan iman melalui pemberitaan Injil dan teladan hidup beriman.