Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Filipi 2:1 Filipi 2:2 Filipi 2:3 Filipi 2:4 Filipi 2:5 Filipi 2:6 Filipi 2:7 Filipi 2:8 Filipi 2:9 Filipi 2:10 Filipi 2:11 Filipi 2:12 Filipi 2:13 Filipi 2:14 Filipi 2:15 Filipi 2:16 Filipi 2:17 Filipi 2:18 Filipi 2:19 Filipi 2:20 Filipi 2:21 Filipi 2:22 Filipi 2:23 Filipi 2:24 Filipi 2:25 Filipi 2:26 Filipi 2:27 Filipi 2:28 Filipi 2:29 Filipi 2:30



Filipi 2:19 (IDN)
Iman dalam surat ini menempatkan Paulus sebagai pembimbing jemaat yang mengandalkan Timotius untuk menguatkan hubungan dan memberi kabar tentang keadaan mereka. Ayat ini menunjukkan rencana konkret untuk saling menjaga kasih persaudaraan meskipun terpisah secara fisik, melalui komunikasi yang cepat dan setia.
Setting segera ayat
Paulus menulis dari penjara dengan maksud menggerakkan Timotius pergi ke Filipi untuk dengan segera menilai keadaan jemaat. Tujuannya adalah agar Paulus memperoleh kepastian tentang kehendak hati mereka dan bagaimana mereka hidup dalam iman, sehingga ia bisa bersukacita atas kabar tersebut. Dalam konteks ini, hubungan antara pemimpin rohani dan komunitas jemaat menjadi contoh bagi kerja sama dan keandalan.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Ada nuansa iman yang menonjol: kepercayaan Paulus pada penyertaan Tuhan dalam memimpin penyebaran kabar tentang jemaat. Kesediaan Timotius untuk berangkat secara segera menegaskan kepatuhan pada panggilan Tuhan, melalui persekutuan gereja yang saling menasihati dan mendukung. Ayat ini menegaskan bahwa sukacita gereja dibangun dari kepercayaan akan tindakan Allah yang membentuk hubungan antarpemimpin dan jemaat.
Kata-kata penting dan gambaran
- segeranya: menandakan dorongan untuk tindakan cepat demi kebaikan komunitas dalam iman.
- aku harap menyuruhkan Timotius pergi kepadamu: maksud Paulus adalah mengutus Timotius sebagai wakil untuk mendengar kabar, memberi nasihat, dan menjaga ikatan rohani.
Hubungan dengan bagian lain Kitab Suci
Beberapa rujukan yang relevan menyiratkan pola serupa: doa Paulus agar jemaat diberi berita yang tepat (misalnya tentang kemajuan iman mereka); keterlibatan pemimpin muda seperti Timotius dalam menjaga hubungan jemaat; serta kebahagiaan rohani yang dipupuk lewat laporan tentang kesetiaan iman. Cross-reference: Efesus 6:21–22 menunjukkan pemimpin membawa kabar untuk kebaikan gereja; 1 Korintus 4:17 menekankan peran Timotius sebagai penghubung antara Paulus dan jemaat; Kolose 1:7 menggambarkan Timotius sebagai anak yang setia dalam Tuhan. Penjelasan singkat: Laporan yang baik menumbuhkan kasih, pengharapan, dan kebersamaan, sementara kekhawatiran tidak terjawab bisa melumpuhkan semangat komunitas.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ringkasan editorial
Ayat Filipi 2:19 menekankan perlunya pembawa kabar yang setia dan responsif terhadap kebutuhan jemaat. Dengan Timotius sebagai contoh, Paulus menunjukkan bagaimana komunikasi rohani yang tepat mendorong kebahagiaan rohani dan kepastian iman. Hubungan antara pemimpin rohani dan jemaat menjadi fondasi bagi kehidupan iman yang berkelanjutan, di mana doa, tindakan cepat, dan laporan yang jujur saling memperkaya.
Kutipan singkat dari tokoh ber publik domain: “Dengan berkat Tuhan Yesus aku harap menyuruhkan Timotius pergi kepadamu dengan segeranya, supaya aku senang hati apabila aku mendapat tahu akan segala hal ihwalmu.”
Referensi silang: Efesus 6:21–22; 1 Korintus 4:17; Kolose 1:7.