Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 3:1 1 Raja-raja 3:2 1 Raja-raja 3:3 1 Raja-raja 3:4 1 Raja-raja 3:5 1 Raja-raja 3:6 1 Raja-raja 3:7 1 Raja-raja 3:8 1 Raja-raja 3:9 1 Raja-raja 3:10 1 Raja-raja 3:11 1 Raja-raja 3:12 1 Raja-raja 3:13 1 Raja-raja 3:14 1 Raja-raja 3:15 1 Raja-raja 3:16 1 Raja-raja 3:17 1 Raja-raja 3:18 1 Raja-raja 3:19 1 Raja-raja 3:20 1 Raja-raja 3:21 1 Raja-raja 3:22 1 Raja-raja 3:23 1 Raja-raja 3:24 1 Raja-raja 3:25 1 Raja-raja 3:26 1 Raja-raja 3:27 1 Raja-raja 3:28



1 Raja-raja 3:4 (IDN) — Peristiwa di Gibeon
Pada ayat ini, Raja Sulaiman datang ke Gibeon untuk mempersembahkan korban kepada Allah, karena di sana ada panggung yang besar. Ia mempersembahkan seribu korban bakaran di mezbah itu. Latar walau tampak sebagai tindakan religius yang luar biasa, peristiwa ini menandai permulaan periode kepemimpinan Sulaiman di bawah izin dan kuasa Allah, serta menyiratkan doa yang diungkapkan melalui ibadah yang besar dan terpazah.
Makna pokok
Kelahiran kebijaksanaan Sulaiman tidak lahir dari kekuatan militer atau kekayaan material semata, melainkan dari kedekatan dengan Allah melalui ibadah yang penuh pengabdian. Objek ibadah yang dipilih—mezbah di Gibeon—menunjukkan kesadaran bahwa Allah layak disembah di tempat penyembahan yang sebelumnya telah dipakai leluhur. Peristiwa ini menegaskan bahwa keputusan besar akan pemerintahan dan masa depan bangsa dipertaruhkan di hadapan Allah ketika umat tiba di altar doa dan korban.
Tema utama
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Penafsiran praktis
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa mulanya pemimpin, atau setiap orang yang berpeluang mempengaruhi komunitas, perlu mengarahkan hati kepada Allah. Pengabdian yang tulus di hadapan Allah membawa hikmat untuk memimpin dengan adil dan bijak. Ketika kita menghadapi tugas besar, kita dipanggil untuk memulai dengan doa, pensucian diri, dan penyerahan diri pada rencana-Nya.
Inti ringkas
Sulaiman memulai pemerintahannya dengan langkah ibadah yang besar di Gibeon, menegaskan bahwa kebijaksanaan dan kepemimpinan yang berkenan Allah lahir dari hubungan yang dekat dengan-Nya. Altar itu menjadi simbol penyerahan diri kepada Dia yang berkuasa atas segala rencana manusia.
Catatan penafsir sebelumnya (ringkas)
Para penafsir terkenal berpendapat bahwa tindakan Sulaiman di mezbah Gibeon mencerminkan kedekatan rohani sebagai dasar kebijaksanaan yang akan ia terima. Meskipun ada variasi dalam fokus rinci, unsur utama tetap: ibadah awal yang mengarahkan seluruh kepemimpinan kepada Allah yang memberi hikmat.