Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 19:1 1 Raja-raja 19:2 1 Raja-raja 19:3 1 Raja-raja 19:4 1 Raja-raja 19:5 1 Raja-raja 19:6 1 Raja-raja 19:7 1 Raja-raja 19:8 1 Raja-raja 19:9 1 Raja-raja 19:10 1 Raja-raja 19:11 1 Raja-raja 19:12 1 Raja-raja 19:13 1 Raja-raja 19:14 1 Raja-raja 19:15 1 Raja-raja 19:16 1 Raja-raja 19:17 1 Raja-raja 19:18 1 Raja-raja 19:19 1 Raja-raja 19:20 1 Raja-raja 19:21



1 Raja-raja 19:17 dalam Implikasi Tuhan dan Iman
Pada bagian ini, nabi Elisa merasa diberi tugas untuk menyatakan bagaimana pembangunan kembali takhta di Israel akan berjalan melalui tindakan Tuhan atas pengkhianatan dan penolakan. Ayat ini muncul setelah panggilan Elia untuk melanjutkan misi nabi-nabi di tengah keretakan antara Ahab dan Yunani. Perintah Tuhan di sini mengungkapkan bahwa keadilan-Nya berjalan melalui pelbagai agen, termasuk Hazael, Yehu, dan Elisa, untuk menuntaskan pekerjaan-Nya terhadap orang-orang yang menentang rencana-Nya.
Makna utama ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan mengatur jalannya sejarah bangsanya melalui jalur yang tidak selalu tampak jelas bagi manusia. Barangsiapa yang lepas dari pedang Hazael, akan berhadapan dengan pedang Yehu, dan barangsiapa yang lepas dari pedang Yehu, akan dibinasakan oleh Elisa. Ini menekankan kedaulatan Tuhan yang memakai berbagai alat untuk melaksanakan keadilan-Nya terhadap penolakan, perang, dan penyelewengan kebijakan Ilahi di atas tanah perjanjian.
Apa yang dikemas ayat ini tentang Tuhan dan iman
Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya tanpa keadilan, walau cara-Nya sering tidak kita pahami. Ayat ini mengingatkan bahwa Allah berdaulat atas semua peristiwa; manusia bisa berbuat jahat, tetapi Tuhan pakai segala sesuatu untuk maksud-Nya yang lebih besar—pemurnian, penghakiman, dan pemulihan umat-Nya. Kepercayaan yang menguat adalah bahwa Tuhan tetap berpegang pada rencana-Nya meski melalui jalan yang keras dan kadang-kadang kejam bagi musuh-musuh-Nya.
Kata-kata dan gambaran penting
Pedang di sini merupakan gambaran tindakan diskrusif dari Tuhan melalui alat-alat historis: Hazael sebagai penguasa asing, Yehu sebagai nabi-Nya yang diutus untuk menegakkan keadilan, dan Elisa sebagai pewaris pelaksanaan roh nabi. Ketiga unsur ini menampilkan kebenaran bahwa kekuatan manusia maupun kekuatan politik tidak membatalkan rencana Allah, melainkan dipakai-Nya untuk mencapai tujuan-Nya.
Cross-reference yang relevan
Penjelasan singkat: ayat-ayat penghubung ini menolong kita melihat bahwa kejatuhan raja-raja atau penguasa tidak mengecilkan karya Allah; sebaliknya, mereka bisa dipakai sebagai bagian dari rencana-Nya untuk membawa umat-Nya kepada pemulihan dan penyerahan kepada-Nya.
Aplikasi bagi kita hari ini
Catatan editorial
Sejalan dengan tradisi kaum komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, inti ayat ini ditegaskan bahwa Allah mengatur urutan kejadian sejarah untuk menegakkan keadilan, meski menggunakan alat yang beragam. Dalam ringkasan, firman ini mengajak kita percaya bahwa kedaulatan-Nya tidak terpengaruh oleh kekuasaan duniawi, dan karya-Nya tetap berjalan untuk kepulangan umat-Nya kepada-Nya.
Quotable sehubungan dengan tema kedaulatan Allah: "Allah berkuasa memakai siapa saja yang Ia kehendaki untuk menjalankan kehendak-Nya" (parafrase dari penekanan umum para komentator publik domain).