Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 17:1 1 Raja-raja 17:2 1 Raja-raja 17:3 1 Raja-raja 17:4 1 Raja-raja 17:5 1 Raja-raja 17:6 1 Raja-raja 17:7 1 Raja-raja 17:8 1 Raja-raja 17:9 1 Raja-raja 17:10 1 Raja-raja 17:11 1 Raja-raja 17:12 1 Raja-raja 17:13 1 Raja-raja 17:14 1 Raja-raja 17:15 1 Raja-raja 17:16 1 Raja-raja 17:17 1 Raja-raja 17:18 1 Raja-raja 17:19 1 Raja-raja 17:20 1 Raja-raja 17:21 1 Raja-raja 17:22 1 Raja-raja 17:23 1 Raja-raja 17:24



1 Raja-raja 17:20 (IDN) — Doa Yakub, Ilyau, dan Perempuan Janda
Dalam konteks kisah Nabi Elisa, Tuhan memelihara seorang janda di wilayah Sarepta. Setelah anak perempuan janda itu meninggal, Elisa mengangkat doa kepada Tuhan untuk menghidupkannya kembali (1 Raja-raja 17:17-24). Ayat ini memuat permohonan doa Elia kepada Tuhan atas keadaan yang dialami sang janda: ia merasa heran, bagaimana bisa Tuhan hendak berbuat jahat terhadap janda yang ia tumpangi, dengan membangkitkan anaknya yang telah meninggal. Ayat ini menampilkan dialog doa, iman, dan pertanggungjawaban manusia terhadap peristiwa supralokal yang Tuhan izinkan.
Makna pokok ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Elia berdoa dengan kejujuran hati kepada Tuhan, mengakui realitas penderitaan sang janda dan ketidakmengertiannya. Ia bertanya kepada Tuhan tentang bagaimana jalan-Nya berhubungan dengan kelemahan manusia, khususnya bagi orang asing yang menampungnya. Doa itu bukan tanda ketidakpercayaan, melainkan permintaan penjelasan ilahi atas bagaimana kehendak Allah bekerja di tengah situasi gairah manusia dan kebingungan emosional sang janda.
Tema utama
Rujukan terkait
Referensi sehubungan yang relevan: - Kis. 20:35 (pertolongan Tuhan dalam kebutuhan sesama), - Ams. 3:5-6 (percaya kepada Tuhan dalam kebingungan), - Yoh. 11:43-44 (imannya dinyatakan melalui tindakan saat kebangkitan).
Pemazmuran praktis
Ada pelajaran penting bagi pembaca masa kini: ketika kita menghadapi kebingungan mengenai cara Tuhan bekerja, kita dapat meniru contoh Elia—berdoa dengan kejujuran, menyatakan ketidakmengertian, dan tetap menantikan respons Tuhan. Pertolongan Tuhan sering datang melalui jalur yang tidak terduga; iman menuntun kita untuk mengandalkan kehendak-Nya meskipun jawaban langsung belum terlihat.
Gagasan penutup
Ayat ini menggarisbawahi bahwa doa orang percaya tidak menghilangkan realitas penderitaan, tetapi membuka jalan bagi intervensi Tuhan yang menunjukkan kasih-Nya dan kuasa-Nya. Allah yang mahakuasa sanggup membangkitkan hidup, bahkan dalam situasi paling tampak mustahil, untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan kasih-Nya atas orang who menaruh harapan kepada-Nya.
Catatan editorial
Dalam penampilan singkat ini, kita mengangkat amanat bahwa iman dalam doa bersandar pada kebenaran Tuhan, tidak pada pemenuhan keinginan manusia. Kutipan ringkas dari penafsir klasik menonjolkan bahwa doa Elia memulihkan hidup anak janda sebagai tanda kemuliaan Allah yang bekerja melalui nabi-Nya.