Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 12:1 1 Raja-raja 12:2 1 Raja-raja 12:3 1 Raja-raja 12:4 1 Raja-raja 12:5 1 Raja-raja 12:6 1 Raja-raja 12:7 1 Raja-raja 12:8 1 Raja-raja 12:9 1 Raja-raja 12:10 1 Raja-raja 12:11 1 Raja-raja 12:12 1 Raja-raja 12:13 1 Raja-raja 12:14 1 Raja-raja 12:15 1 Raja-raja 12:16 1 Raja-raja 12:17 1 Raja-raja 12:18 1 Raja-raja 12:19 1 Raja-raja 12:20 1 Raja-raja 12:21 1 Raja-raja 12:22 1 Raja-raja 12:23 1 Raja-raja 12:24 1 Raja-raja 12:25 1 Raja-raja 12:26 1 Raja-raja 12:27 1 Raja-raja 12:28 1 Raja-raja 12:29 1 Raja-raja 12:30 1 Raja-raja 12:31 1 Raja-raja 12:32 1 Raja-raja 12:33



1 Raja-raja 12:33 (IDN)
Setelah membubarkan para pemimpin suku Israel dan mengatur pengkhususan dua kerajaan Utara dan Selatan, Rehabeam merencanakan perayaan istimewa. Pada ayat ini ia mempersembahkan korban di atas mezbah yang telah dibuatnya di Betel, pada tanggal sepuluh delapan belas, yaitu bulan kelima yang ditentukannya dalam hatinya sendiri. Ia menetapkan masa raya bagi bani Israel sesuai keinginannya sendiri, lalu mempersembahkan korban di mezbah itu dan membakar dupa.
Makna teks dan makna iman
Ayat ini menyoroti motif pribadi Rehabeam dalam menetapkan perayaan dan ibadah. Ia tidak mengikuti pola ibadah yang telah ditetapkan secara leluhur atau menurut hukum Taurat, melainkan menavalkan perayaan menurut kehendaknya sendiri. Dari sini kita melihat bahwa standar ibadah yang kits mengarah kepada Tuhan tidak cukup berasal dari kebiasaan manusia atau tekad pribadi semata, melainkan harus sejalan dengan kehendak Allah dan tradisi wahyu-Nya. Ketika manusia membentuk ritual menurut keinginan pribadi, risiko penyimpangan teologi dan penyembahan beribadah muncul.
Istilah dan gambaran penting
Rujukan lintas terkait
Beberapa bagian lain menyoroti bahaya menambah atau mengubah ibadah menurut kehendak manusia saja:
Penjelasan singkat mengenai kaitan dengan ayat-ayat ini: ketika raja menentukan ritual tanpa dasar ilahi, umat berisiko menyesuaikan keinginan sendiri dengan jalan ibadah, sehingga identitas perjanjian Tuhan bisa dipertanyakan. Allah menuntut kesetiaan pada kebenaran-Nya, bukan kenyamanan pribadi atau popularitas ritual.
Aplikasi praktis bagi gereja dan kehidupan iman
- Komunitas iman perlu mengutamakan pewahyuan Tuhan dalam ibadah, bukan semata-mata kenyamanan atau tradisi yang akrab.
- Saudara-saudari di masa kini didorong untuk menilai ibadah berdasarkan Alkitab, bukan preferensi pribadi yang tidak berlandaskan firman Allah.
- Waspada terhadap pengaturan perayaan atau tindakan rohani yang tidak diawasi atau diakhiri oleh pimpinan rohani yang berdaulat oleh Allah.
Penutup
Ayat ini mengingatkan bahwa pemimpin iman dan jemaat dipanggil untuk meneguhkan ibadah sesuai dengan firman Tuhan, bukan menimbangnya hanya dari niat pribadi. Ibadah yang taat kepada Tuhan melibatkan ketaatan terhadap wahyu-Nya, sehingga perayaan yang lahir dari hati manusia dapat menjadi berbahaya apabila tidak sejalan dengan kehendak Allah.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke are not provided here verbatim, but the synthesis reflects their kaldik prinsip umum: ibadah yang benar bersandar pada perintah ilahi, bukan kreativitas manusia semata.